Gate News 消消息, 在 SpaceX IPO 传闻 terus bergema, Robinhood mengumumkan bergabung dengan program keuangan “akun Trump” yang didukung oleh Departemen Keuangan AS, menandai bisnisnya semakin meluas ke ranah kerja sama pemerintah.
Berdasarkan keterbukaan, Robinhood akan bertindak sebagai perantara (broker) dan wali amanat awal untuk sistem akun tersebut, sementara BNY Mellon ditetapkan sebagai lembaga perantara keuangan, yang bertanggung jawab atas pengelolaan akun dan dukungan infrastruktur. Program ini juga akan meluncurkan aplikasi khusus yang diatur oleh pemerintah untuk akses dan manajemen terpadu akun rumah tangga, dengan penekanan pada kepatuhan dan keamanan dana.
Dalam rancangan produk, Robinhood bekerja sama dengan National Design Studio untuk mengembangkan antarmuka, berfokus pada peningkatan kemudahan penggunaan. Meski demikian, Departemen Keuangan AS tetap akan memegang kendali operasional atas sistem, serta menetapkan standar kinerja dan kepatuhan yang ketat untuk memastikan keamanan dana publik.
Dari sisi pasar, kabar ini mendorong harga saham Robinhood naik dalam waktu singkat hingga 70.22 dolar, menunjukkan investor bersikap relatif positif terhadap keterlibatannya dalam proyek keuangan level pemerintah. Pada saat yang sama, perusahaan sebelumnya telah menyetujui rencana pembelian kembali saham senilai 1.5 miliar dolar, yang akan dimulai pada 2026 dan berlangsung selama tiga tahun, untuk memberikan dukungan tertentu bagi harga saham.
Namun, ketidakpastian juga tetap ada. Seiring perkembangan terbaru seputar SpaceX IPO, menunjukkan bahwa Robinhood mungkin tidak dimasukkan ke dalam kanal alokasi ritel inti, sehingga kendali lebih condong ke bisnis yang berada di bawah Morgan Stanley. Ini berarti bahwa meskipun IPO menawarkan proporsi yang lebih tinggi kepada investor ritel, porsi keterlibatan Robinhood tetap berpotensi terbatas.
Di tengah situasi di mana ekspansi bisnis dan peluang potensial sama-sama tersedia, Robinhood berada pada titik transformasi yang krusial. Di satu sisi, secara aktif masuk ke infrastruktur keuangan pemerintah, namun di sisi lain menghadapi tekanan kompetisi dalam alokasi sumber daya IPO yang sedang hangat. Ke depan, kinerjanya masih bergantung pada kemampuan eksekusi di beberapa lini bisnis.