Departemen Pertahanan AS memperbarui daftar Perusahaan Militer Tiongkok pada Senin, 8 Juni, dengan menambahkan sekitar 24 perusahaan yang diidentifikasi mendukung pengembangan militer Tiongkok, termasuk Alibaba, Baidu, dan produsen kendaraan listrik BYD, serta produsen chip memori CXMT dan YMTC, dan perusahaan robotika humanoid Unitree.
Mulai berlaku pada akhir bulan ini, Departemen Pertahanan AS tidak lagi menandatangani kontrak secara langsung dengan perusahaan-perusahaan yang tercantum. Mulai tahun 2027, departemen juga dilarang memperoleh produk atau layanan dari perusahaan-perusahaan tersebut melalui pihak ketiga. Langkah ini menandakan pandangan Washington bahwa rantai pasokan teknologi Tiongkok menjadi kompetitif secara strategis.