Menurut analis Divyang Shah, VIX (Volatility Index) melonjak di atas 20 pada Jumat (7 Juni) ketika saham AI dan teknologi menghadapi tekanan jual yang berat. Kenaikan tersebut kemudian mundur, dengan level spot VIX yang kembali normal pada 9 Juni, meski tetap sedikit lebih tinggi dibandingkan level sebelum aksi jual.
Kontrak berjangka VIX jangka pendek telah mengecilkan premi mereka ke level spot dan bergeser lebih rendah, namun kurva berjangka secara keseluruhan masih mempertahankan kemiringan naik. Struktur ini menunjukkan sentimen pasar belum mengalami pembalikan yang mendasar; meski investor lebih berhati-hati atas kenaikan teknologi baru-baru ini, sentimen yang lebih luas tetap konstruktif.