Menurut Guru Club, pada 9 Juni, Yann LeCun, mantan kepala Meta AI dan tokoh kunci dalam deep learning, memperingatkan bahwa narasi yang digerakkan oleh CEO soal kiamat AI itu salah dan bersifat merusak. Ia mengkritik para CEO karena melebih-lebihkan dampak produk demi kepentingan komersial, dengan mengatakan peringatan seperti itu menghalangi anak muda untuk mengejar pendidikan dan karier yang mereka sukai.
LeCun menegaskan bahwa risiko sebenarnya bukan terletak pada AI itu sendiri, melainkan pada orang-orang yang mengambil keputusan besar dalam hidup berdasarkan prediksi kiamat yang tidak berdasar. Ia menyebut banyak ekonom mempertanyakan klaim bahwa AI akan menghapus sejumlah besar pekerjaan kerah putih tingkat pemula, dan memperingatkan bahwa pesan apokaliptik yang meluas dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang pada siswa yang takut akan kepunahan manusia.