Pengamatan menarik: merek-merek mewah sudah lama tidak hanya bereksperimen dengan web3, tetapi secara serius membangun ulang model bisnis mereka di sekitar proyek NFT. Saya ingat bagaimana semuanya dimulai pada tahun 2019 — The Fabricant meluncurkan gaun digital pertama bekerja sama dengan Dapper Labs, dan itu adalah terobosan nyata. Saat itu, sedikit yang percaya bahwa mode dan blockchain bisa bekerja bersama.



Tapi apa yang terjadi selanjutnya — pemain besar seperti Louis Vuitton, Prada, Gucci mulai aktif meluncurkan koleksi NFT mereka. Dan ini bukan soal spekulasi, melainkan karena blockchain sangat cocok untuk memverifikasi keaslian dan melacak asal-usul barang. Ini seperti sertifikat keaslian digital, hanya jauh lebih andal.

Ambil Louis Vuitton — VIA Treasure Trunk mereka dihargai 41 ribu dolar dan berfungsi sebagai tiket masuk ke ekosistem tertutup merek. Pemilik mendapatkan akses ke rilis eksklusif dan acara. Kemudian mereka meluncurkan Speedy 40 NFT dari Pharrell Williams, di mana pemilik dapat menukar aset digital dengan tas fisik. Ini bukan sekadar koleksi — ini bentuk interaksi baru dengan merek.

Yang saya kagumi dari proyek NFT saat ini adalah keberagaman pendekatan. Yves Saint Laurent mengaitkan NFT dengan pembelian parfum Black Opium, menambahkan varian langka dan privilese ke koleksi. Panerai menyematkan paspor blockchain langsung ke jam mereka untuk memverifikasi keaslian. The Glenlivet membuat koleksi NFT dari 12 wiski langka berusia 50 tahun, menggunakan AI generatif untuk label unik.

Lebih sedikit dikenal, tetapi tidak kalah menarik adalah proyek NFT dari Mercedes-Benz — Maschine mereka adalah koleksi dari 1000 karya digital unik dalam gaya seni generatif. Atau SYKY — platform mode digital untuk Apple Vision Pro, diluncurkan oleh mantan kepala Burberry dan Ralph Lauren.

Sangat menarik bagaimana merek-merek mewah memecahkan masalah barang palsu. OTB Group, perusahaan induk Maison Margiela dan Jil Sander, mengintegrasikan chip NFC dan blockchain untuk memverifikasi keaslian produk secara real-time. Mereka bahkan bergabung dengan Aura Blockchain Alliance, yang telah mendaftarkan lebih dari 1,2 juta barang.

Yang utama yang berubah — adalah logika kepemilikan itu sendiri. Dulu, barang mewah hanya tentang objek fisik. Sekarang, merek-merek menciptakan model hibrida: barang digital yang bisa dipakai di metaverse, atau barang fisik dengan kembaran digitalnya. McLaren meluncurkan NFT gratis untuk setiap balapan musim F1 2023, memungkinkan penggemar mengumpulkan koleksi lengkap dan ikut undian.

Ini bukan sekadar tren — ini adalah pemikiran ulang tentang bagaimana orang berinteraksi dengan merek. Gucci x Christie's meluncurkan seri seni generatif yang menggabungkan desain pakaian dengan AI. Burberry pernah merilis game Blankos Block Party dari Mythical Games, di mana pemain mengumpulkan NFT terbatas dengan karakter merek.

Secara keseluruhan, proyek NFT di segmen mewah membuktikan bahwa eksklusivitas dan inovasi bekerja sama dengan baik di blockchain. Program loyalitas kini berjalan melalui aset digital — akses awal ke koleksi, undangan ke acara, konten eksklusif. Ini membantu merek mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang, menciptakan komunitas nyata di sekitar produk mereka.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan