Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Gua mau share tentang salah satu tools favorit gua dalam trading, namanya order block. Ini sebenarnya pola yang cukup powerful kalau digunakan dengan tepat, dan gua udah test berkali-kali di berbagai kondisi market.
Jadi begini, order block itu basically adalah area di mana ada konsentrasi besar pesanan (buy atau sell) pada level harga tertentu. Artinya, di area itu ada banyak player besar yang masuk atau keluar, dan itu biasanya jadi signal bahwa harga bakal bergerak signifikan.
Gua biasanya fokus pada dua tipe. Pertama, bullish order block. Ini terjadi ketika market sedang trend naik, terutama ketika harga berada di atas EMA 200. Nah, di sinilah gua cari area bullish order block untuk entry. Kenapa? Karena di area itu biasanya institusi besar udah masuk duluan, dan mereka create buying pressure yang kuat. Akibatnya harga naik, bahkan kadang terjadi gap karena banyaknya pembeli. Jadi logic gua, kalau institusi udah masuk dan harga naik, ada kemungkinan trend bakal lanjut.
Terus yang kedua ada bearish order block. Ini kebalikannya. Ketika harga di bawah EMA 200 dan trend lagi turun, gua mulai hunting bearish order block. Di area ini, institusi biasanya sedang take profit (jual sebagian atau semua keuntungan mereka). Volume jual yang besar ini membuat harga turun lebih dalam, dan retail trader ikutan jual juga. Jadi momentum turun semakin kuat.
Satu hal penting yang perlu diingat, order block biasanya muncul 1 candle stick sebelum kenaikan atau penurunan harga terjadi. Jadi timing itu crucial banget kalau mau maksimalkan entry.
Tapi perlu gua ingatkan juga, analisis teknikal itu subjektif. Hasil yang gua dapetin dari order block bisa beda dengan trader lain, tergantung bagaimana cara mereka interpret data. Jadi jangan langsung all-in hanya karena lihat order block. Tetap manage risk dengan baik dan combine dengan tools lain untuk confirmation.
Semoga penjelasan tentang order block ini membantu teman-teman dalam trading. Kalau ada yang mau discuss lebih lanjut, feel free to share pengalaman kalian juga.