Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Arkeolog Temukan Bangkai Kapal Abad ke-19 di Pelabuhan Kopenhagen
(MENAFN- USA Art News) Bangakai kapal perang Denmark “Dannebroge” Ditemukan di Pelabuhan Kopenhagen, Membuka Bab Baru tentang Pertempuran 1801 di Kopenhagen
Di perairan Pelabuhan Kopenhagen yang keruh, para penyelam bekerja lebih banyak mengandalkan perabaan daripada penglihatan. Sekitar 50 kaki ke bawah, para arkeolog kelautan kini telah mengidentifikasi bangkai kapal perang Denmark 60 meriam Dannebroge, sebuah kapal yang meledak dan tenggelam selama Battle of Copenhagen pada April 1801.
Penggalian dipimpin oleh Viking Ship Museum, yang mulai menilai lokasi pelabuhan—dikenal sebagai King’s Deep—pada akhir 2025. Temuan awal dirilis pada 2 April 2026, menandai apa yang dijelaskan tim sebagai investigasi arkeologi pertama yang secara langsung terkait dengan pertempuran tersebut, sebuah episode penting dalam sejarah Denmark.
“Ini pertama kalinya investigasi arkeologi dilakukan yang secara langsung terkait dengan Battle of Copenhagen,” kata Otto Uldum, pemimpin penggalian, dalam sebuah pernyataan.“Meskipun pertempuran itu adalah peristiwa sentral dalam sejarah Denmark, sejauh yang saya ketahui, tidak ada yang menelitinya secara arkeologi sampai sekarang. Itu sebenarnya cukup luar biasa.”
Sejauh ini, tim telah memulihkan dua meriam, fragmen seragam, botol, sebuah sepatu, dan sebuah insignia logam, beserta sisa-sisa manusia. Temuan itu menjadi pengingat yang tajam tentang skala kapal dan biaya kemanusiaan dari pertempuran tersebut: Dannebroge membawa kru sekitar 350 pelaut, dan diperkirakan lebih dari 50 orang tewas selama pertempuran.
Mengidentifikasi bangkai kapal memerlukan kombinasi perbandingan kuno dan penanggalan ilmiah. Para arkeolog mencocokkan ukuran dan bentuk elemen kayu yang diselamatkan dengan gambar-gambar historis kapal, lalu menggunakan penanggalan dendrokronologis—menganalisis lingkaran pohon pada balok kayu—untuk menghubungkan kayu itu ke 1772, tahun Dannebroge dibangun. Petunjuk lain berserakan di seluruh dasar laut: peluru meriam yang mengelilingi lokasi.
Pekerjaannya telaten, dan kondisinya tidak bersahabat. Visibilitas pada kedalaman sangat terbatas, sehingga mempersulit pemulihan dan dokumentasi. Meski demikian, tim tetap membawa material ke permukaan untuk diteliti.
“Kami masih jauh dari selesai menyortir dan menganalisis material, tetapi kami membawa semuanya ke atas,” kata Uldum.“Kami sedang membangun kumpulan data arkeologi tentang Battle of Copenhagen dan itu sesuatu yang benar-benar baru. Setiap kali kami mengatakan sedikit saja tentang sebuah sepatu atau sebuah tulang, itu membuatnya sedikit lebih berarti.”
Battle of Copenhagen sering dikaitkan dengan British fleet dan Horatio Nelson, dan pertempuran itu berlangsung di tengah ketegangan geopolitik dari Liga Netralitas Bersenjata. Namun, konflik ini juga membawa ironi yang baru kemudian dijelaskan oleh sejarah: beberapa hari sebelum pertempuran, Tsar Paul I dari Rusia dibunuh, yang secara efektif meruntuhkan liga—sebuah perubahan yang tidak diketahui pihak Inggris pada waktu itu.
Di luar signifikansi historisnya, penemuan ini datang dengan komplikasi kontemporer. Lokasi bangkai kapal direncanakan menjadi pulau buatan sebagai bagian dari pengembangan perumahan di luar ibu kota Denmark, sehingga menambah urgensi pada upaya dokumentasi dan pemulihan.
Bagi para arkeolog, Dannebroge lebih dari sekadar kisah angkatan laut yang dramatis dan tersimpan di arsip. Ini adalah catatan fisik yang baru dapat diakses tentang sebuah pertempuran yang menentukan—catatan yang bisa diukur, dipetakan, dan dibaca melalui benda-benda yang masih membawa tekanan dari pengalaman yang dialami secara langsung.
MENAFN03042026005694012507ID1110941334