Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sporo orang di dunia crypto melakukan kesalahan yang sama pada saat yang sama—ketika harga mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa. Semua orang melihat ATH (All Time High) dan mengira itu momen yang sempurna untuk membeli, padahal ini paling sering menjadi jebakan bagi trader yang kurang berpengalaman.
Apa sebenarnya ATH itu? Itu hanya harga tertinggi yang pernah dicapai oleh mata uang kripto tertentu sejak awal sejarahnya. Kedengarannya sederhana, tetapi psikologi di balik fenomena ini jauh lebih rumit. Saat sesuatu mencapai ATH, semua orang mulai bersemangat—investor, trader, semua orang. Namun justru di saat itulah Anda harus sangat waspada.
Banyak orang mengira membeli di puncak dan menjual belakangan akan memberi mereka keuntungan besar. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Ketika sebuah kripto berada di ATH, biasanya itu berarti sebagian besar pasokan yang tersedia sudah terserap. Setelah puncak seperti itu, sering kali datang periode koreksi yang panjang, yang bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Trader yang kurang berpengalaman kehilangan uang selama periode ini.
Saat ATH muncul, orang mulai mengandalkan intuisi ketimbang analisis yang benar-benar dilakukan. Ini adalah kesalahan. Anda harus tetap menggunakan alat-alat teknikal. Fibonacci adalah salah satu favorit saya—level-level (23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, 78,6%) bekerja seperti magnet bagi harga. Moving Average (MA) juga terbukti efektif—jika harga berada di bawah garis, kita sedang berada dalam tren turun.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika melihat sesuatu mulai mendekati ATH? Pertama, analisis proses breakout-nya. Biasanya berlangsung dalam tiga fase: aksi (harga menembus resistance), reaksi (dinamika melemah), menguji ketahanan breakout(, dan muncul )tren yang jelas. Jika Anda melihat candle membentuk dasar yang bulat atau kotak tepat di bawah breakout, itu mengonfirmasi tren.
Hal kedua adalah mengidentifikasi level-level resistance baru. Saya memakai Fibonacci dari titik terendah hingga terjadinya breakout—level 1,270, 1,618, 2,000, dan 2,618 adalah titik-titik pengamatan yang penting. Hal ketiga adalah menentukan dari awal di mana saya akan mengamankan keuntungan. Saya tidak menunggu emosi menguasai saya—saya punya rencana.
Ketika kita sudah berada dalam posisi dan harga mencapai ATH, kita harus memutuskan: menjual semuanya, sebagian, atau bertahan? Jika Anda investor jangka panjang dan percaya pada proyeknya, Anda bisa tetap bertahan. Tapi ini harus keputusan sadar yang didasarkan pada analisis, bukan sekadar harapan. Kebanyakan orang memilih opsi jalan tengah—menjual sebagian aset saat ATH untuk mengambil keuntungan, lalu menyimpan sisanya.
Jika ekstensi Fibonacci bertepatan dengan harga ATH, itu bisa menandakan berakhirnya tren kenaikan. Dalam skenario seperti itu, menjual semuanya mungkin masuk akal. Yang juga penting adalah menambah posisi dengan bijak—hanya ketika rasio risiko terhadap imbal hasil menguntungkan dan harga sedang berada di area support dari Moving Average.
ATH, apa artinya bagi kita secara tepat? Itu adalah titik balik, ketika emosi mengalahkan logika. Karena itulah kita harus punya rencana dan berpegang padanya. Pernahkah Anda berada dalam posisi ketika ATH muncul? Bagaimana Anda menghadapinya? Setiap pengalaman akan mengajari kita—baik kemenangan maupun kekalahan.