Belakangan ini saya sering mempelajari pola harmonik dan jujur saja pola bullish bat adalah salah satu setup yang paling menarik yang pernah saya temui. Izinkan saya jelaskan mengapa trader memperhatikan pola ini.



Jadi apa yang membuat pola bullish bat berbeda? Pada dasarnya ini adalah pola harmonik XABCD - artinya empat gelombang harga yang menyentuh lima titik utama yang diberi label X, A, B, C, dan D. Scott M Carney yang mengembangkannya dan pola ini memiliki reputasi yang solid untuk rasio reward-to-risk, itulah mengapa pola ini terus muncul dalam buku panduan trader serius.

Strukturnya sendiri cukup bersih. Anda mendapatkan dua gelombang impuls (XA dan CD) yang diapit oleh dua gelombang koreksi (AB dan BC). Gelombang AB mengoreksi gerakan XA, kemudian BC mengoreksi kembali dari AB, dan akhirnya CD memperpanjang melewati B tetapi berhenti sebelum mencapai X. Pola ini memiliki kemiripan dengan pola Gartley tetapi rasio Fibonacci-nya berbeda - itulah yang membedakan keduanya.

Sekarang mari kita bahas sisi praktisnya. Ketika Anda melihat pola bullish bat terbentuk, Anda harus memperhatikan level Fibonacci tertentu. Gelombang AB harus mengoreksi 38,2% atau 50% dari XA. Kemudian BC bisa berupa 38,2% atau 88,6% dari AB. Jika BC adalah 38,2%, ekstensi CD harus mencapai 161,8% dari BC. Tapi jika BC lebih dalam di 88,6%, maka CD perlu diperpanjang sekitar 261,8%. Secara keseluruhan, gelombang CD harus mencapai sekitar 88,6% retracement dari seluruh gerakan XA.

Bagaimana trader benar-benar menggunakannya? Pertama mereka mengidentifikasi pola yang terbentuk dan menggunakan alat charting untuk memproyeksikan di mana titik D harus berada - ini disebut PRZ atau zona potensi pembalikan. Kemudian mereka menunggu. Setelah harga mencapai area D yang diproyeksikan, trader cerdas akan mencari sinyal pembalikan nyata. Bisa berupa pin bar, candle engulfing, atau RSI yang menunjukkan kondisi overbought. Ketika konfirmasi itu muncul, itulah titik masuk untuk posisi long.

Manajemen risiko di sini sangat penting. Stop loss ditempatkan di luar titik X, dan kebanyakan trader melakukan scaling out dengan beberapa target keuntungan daripada langsung all-in. Target pertama sekitar 38,2% retracement dari CD, target kedua sekitar 61,8%, dan beberapa bahkan mengambil target ketiga di level titik C.

Pertanyaan tentang timeframe sering muncul. Anda akan melihat trader menjalankan ini di chart hourly, 4 jam, atau harian. Jujur saja, timeframe terbaik tergantung pada backtest Anda sendiri - tidak ada jawaban universal. Ini sebenarnya hal yang perlu dicatat tentang pola bullish bat dan pola harmonik secara umum. Mereka subjektif untuk diidentifikasi dan terkenal sulit untuk di-backtest secara presisi. Indikator zig-zag bisa membantu tetapi bersifat forward-looking dan tidak selalu dapat diandalkan.

Ini pendapat saya - jika Anda mempertimbangkan strategi ini, jangan hanya mengandalkannya begitu saja. Lakukan backtest dengan data Anda sendiri. Pola yang secara historis tidak terbukti menguntungkan hanyalah membuang waktu. Trading bukan tentang menemukan satu pola ajaib. Anda membutuhkan portofolio strategi yang bekerja sama untuk meratakan hasil. Pola bullish bat mungkin bagian dari toolkit tersebut, tetapi jangan jadikan itu satu-satunya alat Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan