Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jika Anda memulai petualangan Anda dengan analisis teknikal, mungkin Anda sudah pernah mendengar tentang formasi golden cross. Ini adalah salah satu sinyal yang harus diketahui oleh semua trader, terlepas dari apakah mereka trading cryptocurrency, forex, atau saham.
Tapi sebelum saya menjelaskan secara detail apa itu formasi golden cross dan lawannya - death cross - kita perlu membahas tentang moving averages. Kedengarannya rumit, tetapi sebenarnya sangat sederhana. Moving average adalah garis di grafik yang menunjukkan rata-rata harga suatu aset dalam periode tertentu. Misalnya, 200-day moving average mengukur rata-rata harga selama 200 hari terakhir. Sekian.
Formasi golden cross adalah saat di mana moving average jangka pendek (biasanya 50-hari) memotong ke atas moving average jangka panjang (biasanya 200-hari). Banyak trader menganggap ini sebagai sinyal bullish. Mengapa? Logikanya sederhana - ketika moving average jangka pendek berada di bawah jangka panjang, itu menandakan suasana bearish. Tapi ketika moving average jangka pendek memotong ke atas jangka panjang? Itu menunjukkan perubahan tren menjadi naik.
Formasi golden cross biasanya muncul dalam tiga tahap. Pertama, moving average jangka pendek berada di bawah jangka panjang saat harga sedang turun. Kemudian tren berubah dan terjadi persilangan. Akhirnya, tren naik menguat, dan moving average jangka pendek tetap di atas jangka panjang.
Perlu diketahui, bahwa formasi golden cross bisa muncul di timeframe apa saja - 15 menit, satu jam, 4 jam, harian, mingguan. Namun sinyal dari timeframe yang lebih tinggi biasanya lebih dapat diandalkan daripada yang dari timeframe lebih rendah. Ini penting, karena kadang Anda melihat golden cross di grafik satu jam, sementara death cross muncul di grafik harian. Selalu baik untuk mundur dan melihat gambaran yang lebih luas.
Death cross adalah kebalikannya. Yaitu saat moving average jangka pendek memotong ke bawah moving average jangka panjang. Ini dianggap sebagai sinyal bearish. Sejarah menunjukkan bahwa death cross sering diikuti oleh penurunan besar di pasar saham - seperti pada tahun 1929 atau 2008. Tapi jangan terlalu cepat mengikuti sinyal ini. Pada tahun 2016, pasar menunjukkan death cross, lalu kembali ke tren naik dan menciptakan golden cross. Sinyal palsu memang sering terjadi.
Oleh karena itu, tidak disarankan untuk trading hanya berdasarkan formasi golden cross atau death cross. Lebih baik mencari konfirmasi dari indikator lain - MACD, RSI, atau volume perdagangan. Ketika sinyal crossover disertai peningkatan volume, itu jauh lebih dapat diandalkan.
Jika Anda ingin trading berdasarkan formasi golden cross, strategi sederhana adalah membeli setelah sinyal tersebut dan menjual setelah death cross. Di Bitcoin selama beberapa tahun terakhir, ini cukup berhasil, tetapi banyak sinyal palsu di antaranya. Jadi, selalu pertimbangkan konteks pasar secara lebih luas.
Anda juga bisa menganggap moving average jangka panjang sebagai support potensial setelah golden cross, dan resistance saat death cross. Trader yang menggabungkan beberapa sinyal sekaligus, biasanya meningkatkan peluang mendapatkan sinyal yang akurat.
Kesimpulannya - formasi golden cross adalah saat moving average jangka pendek memotong ke atas jangka panjang, yang biasanya menandakan perubahan tren menjadi naik. Death cross adalah sinyal bearish. Keduanya bisa berguna untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka panjang, terlepas dari apakah Anda trading krypto, forex, atau saham. Tapi jangan menganggapnya sebagai solusi mutlak - selalu cari konfirmasi tambahan. Jika Anda punya pertanyaan lebih tentang trading dengan sinyal crossover, cek komunitas kami di Ask Academy.