Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini ada teman yang bertanya tentang perencanaan kekayaan, yang melibatkan topik yang sering membingungkan banyak orang: mana yang lebih penting, next of kin atau power of attorney? Sejujurnya, banyak orang sama sekali tidak menyadari betapa besar perbedaan keduanya.
Pertama, mari bahas apa itu next of kin. Singkatnya, adalah orang yang memiliki hubungan darah terdekat atau pasangan menikah. Bisa jadi pasangan, anak, orang tua, atau saudara kandung, tergantung pada struktur keluarga dan hukum di negara bagian tempat tinggalmu. Banyak orang mengira bahwa next of kin secara otomatis memiliki kekuasaan hukum tertentu, padahal tidak begitu. Peran mereka terutama adalah diberitahu dalam keadaan darurat, menangani urusan administratif, atau mewarisi aset jika tidak ada wasiat. Tapi ini tidak berarti mereka bisa secara otomatis membuat keputusan keuangan atau medis.
Lalu ada power of attorney, yang benar-benar memiliki kekuatan hukum. POA adalah dokumen hukum yang memungkinkanmu menunjuk agen (disebut juga agent atau attorney-in-fact) untuk bertindak atas namamu. Sebagai pemberi kuasa (principal), kamu bisa menentukan secara jelas batasan wewenang agen tersebut. Ini bukan peran informal, melainkan otorisasi hukum yang nyata.
Ada beberapa jenis POA yang penting diketahui. General POA memberi agen kekuasaan luas untuk mengelola urusan keuangan dan hukum kamu. Limited POA lebih spesifik, misalnya hanya untuk menjual properti atau mengelola rekening bank tertentu, biasanya juga memiliki batas waktu. Durable POA sangat berguna karena tetap berlaku meskipun kamu kehilangan kapasitas bertindak, cocok untuk pengelolaan medis atau keuangan jangka panjang. Ada juga springing POA, yang hanya berlaku jika kondisi tertentu terpenuhi, misalnya saat kamu menjadi tidak mampu bertindak.
Sekarang, bagian terpenting: power of attorney vs next of kin, siapa yang lebih berkuasa? Jawabannya sangat jelas—POA menang. Next of kin tidak bisa membatalkan atau mengesampingkan POA karena POA adalah dokumen yang memiliki kekuatan hukum. Jika kamu menetapkan seseorang sebagai agen medis melalui durable POA, orang tersebut memiliki hak eksklusif untuk membuat keputusan medis, bahkan jika keluarga dekat menentang. Next of kin hanya bisa campur tangan jika tidak ada POA, atau jika agen yang ditunjuk tidak mampu atau enggan bertindak.
Tentu saja, POA juga tidak mutlak tak tergoyahkan. Kamu sendiri bisa mencabutnya kapan saja saat masih mampu bertindak. Jika kehilangan kapasitas, keluarga bisa menantang POA di pengadilan, asalkan mereka memiliki bukti bahwa agen melakukan penipuan, paksaan, atau kelalaian. Pengadilan akan membatalkan POA jika terbukti agen menyalahgunakan kekuasaan secara jelas.
Jadi, jika kamu sedang melakukan perencanaan kekayaan, hal yang benar-benar perlu diperhatikan adalah menyusun POA yang jelas dan lengkap. Ini jauh lebih berguna daripada hanya mengandalkan status next of kin. Bisa juga berkonsultasi dengan penasihat keuangan untuk mengintegrasikan alat hukum ini ke dalam rencana keseluruhan, memastikan bahwa keinginanmu akan benar-benar dijalankan jika terjadi sesuatu. Itulah langkah yang bijak.