Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini saya menemukan sebuah perspektif menarik dari Chamath tentang ke mana arah modal di era kecerdasan buatan. Pada dasarnya, argumennya adalah bahwa seiring kecerdasan buatan terus mengganggu semua sektor tradisional, aset yang bertahan adalah yang kebal terhadap gangguan tersebut.
Dan di sinilah Bitcoin masuk. Chamath menggambarkannya sebagai Modal Digital, dan logikanya masuk akal: itu langka, netral, tidak bisa diganggu oleh teknologi karena nilainya tidak bergantung pada model bisnis atau kompetisi tradisional. Sementara perusahaan teknologi konvensional melihat keunggulan kompetitif mereka menguap dengan setiap gelombang inovasi, Bitcoin tetaplah Bitcoin.
Yang saya anggap menarik dari analisis Chamath adalah bahwa dia tidak berbicara tentang Bitcoin sebagai spekulasi, melainkan sebagai tempat di mana modal akhirnya bermigrasi ketika segalanya menjadi sementara. Jika AI benar-benar memperkecil nilai akhir dari bisnis tradisional, maka para investor akan mencari tempat berlindung yang tidak terpapar volatilitas tersebut.
Dalam konteks itu, Chamath melihat Bitcoin sebagai sebuah taruhan struktural, bukan siklikal. Ini adalah jenis aset yang menjadi semakin relevan justru ketika lanskap teknologi menjadi lebih kacau. Sesuatu yang perlu dipertimbangkan jika Anda percaya bahwa gangguan dari AI itu nyata.