UEA tiba-tiba "keluar dari grup", apakah pola energi global akan berubah?


UEA mengumumkan akan keluar dari OPEC dan mekanisme "OPEC+" mulai 1 Mei. Singkatnya, mereka berselisih dengan organisasi yang dipimpin Saudi.
Alasannya tidak rumit: UEA ingin memanfaatkan harga minyak yang tinggi untuk mengebor dan menjual lebih banyak, berkali-kali mengajukan permohonan peningkatan kuota produksi yang ditolak. Kali ini mereka beroperasi sendiri, dan di baliknya juga ada restu dari Amerika Serikat—bagaimanapun, menekan harga minyak dan melemahkan pengaruh OPEC sesuai kepentingan Gedung Putih.
Dalam jangka pendek, UEA dapat melepaskan kapasitas produksi 50-80 ribu barel per hari, dan target tahun depan adalah 5 juta barel per hari, berpotensi menjadi negara pengekspor bersih terbesar kedua di dunia. Ada kekhawatiran tentang kemungkinan Iran menutup Selat Hormuz? UEA sudah siap—pipa menuju pelabuhan Fujarah mampu mengangkut 1,8 juta barel per hari, sedang beroperasi secara maksimal.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Iran mengeluarkan pernyataan pada hari yang sama, menanggapi permintaan ilegal AS dengan tegas, menegaskan kedaulatan tidak boleh diganggu.
Satu sisi adalah sekutu Teluk yang "keluar dari grup" untuk memperbesar produksi, di sisi lain Iran keras menantang AS. Perang geopolitik di pasar minyak semakin menarik. Bagaimana harga minyak selanjutnya? Patut diperhatikan.
Menurutmu, langkah UEA ini bijaksana untuk melindungi diri atau berisiko menantang sendirian?$DOGE
DOGE4,03%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan