Teman-teman yang baru masuk ke dunia kripto pasti pernah bingung dengan istilah open posisi, close posisi, dan holding, kan? Saya juga awalnya sama, merasa istilah-istilah ini seperti kode rahasia yang sulit dipahami. Tapi begitu memahami konsep-konsep ini, trading kontrak menjadi tidak begitu misterius lagi.



Pertama, mari bahas bagian paling dasar. Open posisi sebenarnya adalah saat kamu memutuskan untuk masuk pasar. Jika yakin tren suatu koin akan naik, kamu membeli untuk membuka posisi long, ini disebut membuka posisi long. Sebaliknya, jika kamu berpikir harga akan turun, kamu menjual untuk membuka posisi short, ini disebut membuka posisi short. Saat masuk pasar, kamu perlu membayar margin, ini adalah jaminan risiko yang diminta oleh bursa.

Lalu ada arti dari close posisi, singkatnya adalah kamu memutuskan untuk keluar dari pasar. Ketika target harga tercapai, atau merasa tren tidak sesuai lagi, saatnya mempertimbangkan untuk menutup posisi. Menutup posisi long berarti menjual, menutup posisi short berarti membeli. Tujuan dari menutup posisi tidak lain adalah dua: mengamankan keuntungan atau melakukan stop loss tepat waktu. Pengambilan keputusan saat menutup posisi ini sangat krusial, banyak orang mengalami kerugian karena salah dalam menentukan waktu close posisi.

Holding adalah kondisi posisi kamu saat ini. Setelah membuka posisi dan sebelum menutupnya, kamu berada dalam keadaan holding. Selama holding, keuntungan dan kerugian kamu bersifat floating, akan berubah mengikuti pergerakan harga pasar. Posisi long mengharapkan kenaikan harga, posisi short mengharapkan penurunan, dan logika perhitungan keuntungan dan kerugian masing-masing berbeda.

Berbicara soal perhitungan, memang agak rumit, tapi sebenarnya tidak sulit. Biaya membuka posisi adalah harga masuk dikalikan jumlah. Sedangkan untuk menghitung keuntungan dan kerugian saat close posisi, posisi long adalah (harga saat ini dikurangi harga masuk) dikalikan jumlah, posisi short adalah (harga masuk dikurangi harga saat ini) dikalikan jumlah. Perhitungan floating profit dan loss selama holding sama seperti saat close posisi, hanya saja belum benar-benar diselesaikan.

Sejujurnya, setelah menguasai ketiga konsep ini, yang paling penting adalah belajar kapan harus melakukan tindakan. Pergerakan pasar sangat cepat dan berubah-ubah, kamu harus menyesuaikan dengan kemampuan risiko kamu sendiri untuk memutuskan kapan open posisi dan kapan close posisi. Ada yang suka trading sering, ada yang suka hold posisi jangka panjang, tidak ada yang benar atau salah mutlak, yang penting adalah mengendalikan risiko. Saran saya, pemula sebaiknya coba dulu dengan modal kecil untuk merasakan proses open dan close posisi secara langsung, ini jauh lebih efektif daripada cuma teori.

Terakhir, ingatlah bahwa trading selalu disertai risiko, bahkan posisi kecil sekalipun harus punya rencana stop loss. Jika tertarik, kamu bisa coba berbagai pasangan trading di Gate, sambil praktek belajar, hasilnya akan jauh lebih baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan