Tren yang menarik diamati dalam indikator demografis. Populasi Tiongkok pada tahun 2025 terus menurun untuk tahun keempat berturut-turut, dan ini sudah menjadi tren yang terlihat di pasar. Jumlah bayi baru lahir hanya 7,92 juta dibandingkan 9,54 juta tahun sebelumnya, meskipun ada pemulihan kecil sebelumnya.



Yang paling menonjol adalah — angka kelahiran turun ke level terendah dalam sejarah sejak pembentukan Republik Rakyat Tiongkok. Angka tersebut mencapai 5,63 per seribu orang, lebih rendah dari 6,77 tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, populasi Tiongkok pada tahun 2025 berkurang sebanyak 3,39 juta orang. Hampir seperempat dari populasi adalah orang berusia di atas 60 tahun, sekitar 23% dari total jumlah.

Satu-satunya hal positif dalam gambaran ini — jumlah pernikahan yang terdaftar selama sembilan bulan pertama meningkat sebesar 8,5%, mencapai 5,15 juta pasangan. Terutama di kota-kota besar seperti Shanghai dan Shenzhen, di mana kaum muda masih lebih aktif menikah.

Menurut sumber resmi, ekonomi sedikit lebih baik. PDB tumbuh sebesar 5% berkat ekspor yang kuat, meskipun di kuartal keempat pertumbuhan melambat menjadi 4,5%. Hanya saja, investasi dalam modal tetap turun sebesar 3,8%, yang menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas pertumbuhan. Krisis demografis dan indikator ekonomi Tiongkok pada tahun 2025 jelas saling terkait — populasi yang menua mempengaruhi seluruh dinamika ekonomi negara.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan