Melihat terlalu banyak orang yang mata membelalak di depan antarmuka leverage di bursa. Angka merah 100 kali leverage seperti roda roulette di kasino, menggoda sampai lupa apa yang mengikuti setelahnya. Minggu lalu ada teman kripto bilang dia menggunakan leverage 30 kali untuk long BTC, saat dini hari turun 1% langsung terpaksa likuidasi, kerugian bersih. Masalahnya bukan karena dia berani, tapi karena dia sama sekali tidak menghitung dengan benar matematika di balik angka leverage tersebut.



Kebenaran kontrak perpetual adalah: bursa membungkus leverage sebagai akselerator kekayaan, tapi tidak pernah memberitahu seberapa berbahayanya hal ini. Ambil contoh BTC dengan harga saat ini 77.000 USD, membuka 1 kontrak long dengan leverage 100 kali, margin hanya perlu 770 USD; tapi jika BTC turun 1% (turun 770 USD), margin kamu langsung terdepak. Inilah mengapa leverage tinggi terlihat bisa mengangkat keuntungan kecil menjadi besar, padahal sebenarnya adalah racun bagi para penjudi.

Saya menemukan bahwa trader yang benar-benar paham selalu menggunakan satu rumus: leverage sama dengan modal dikali margin keamanan, lalu dibagi harga aset dikali koefisien volatilitas. Kedengarannya rumit, tapi inti dari semuanya satu kalimat—leverage bukan semakin tinggi semakin baik, melainkan harus menjauhkan garis likuidasi dari rentang fluktuasi harga saat ini.

Menghitung garis likuidasi adalah soal hidup dan mati setiap trader kontrak. Misalnya dengan leverage 100 kali, 1 kontrak BTC, margin 10 USD, dan tingkat margin pemeliharaan 0,5%, harga likuidasi akan berada di sekitar 42.302 USD. Ini berarti BTC harus turun dari 77.000 ke 42.000 (penurunan hampir 45%) baru akan likuidasi, terlihat aman, tapi semakin kecil margin yang kamu pakai, garis likuidasi semakin dekat ke harga saat ini. Inilah jebakan leverage—semakin besar angka, semakin cepat mati.

Trader dengan modal berbeda harus memakai strategi leverage yang sama sekali berbeda. Pemula dengan modal 500 USD maksimal membuka leverage 10 kali, setiap posisi tidak lebih dari 20% dari modal, garis likuidasi harus diatur di luar 8% dari harga saat membuka posisi. Modal 5000 USD bisa pakai leverage 5 kali, tapi harus pasang trailing stop. Dana di atas 100.000 USD biasanya hanya pakai leverage 1-3 kali, lalu gunakan 20% dari modal untuk arbitrase dan hedging. Trader institusi tidak pernah percaya pada leverage tinggi, mereka pakai leverage untuk memperbesar keuntungan, dan gunakan volume dana untuk mengimbangi risiko.

Pada hari BTC jatuh 3% secara mendadak di Mei 2024, seluruh jaringan terlikuidasi lebih dari 700 juta USD, 210.000 orang dilikuidasi. Tapi trader pintar mulai menurunkan leverage 2 jam sebelum jatuh, dari 100 kali ke 20 kali, pasang trailing stop bertingkat, setiap turun 1% langsung tutup 20% posisi. Inilah perbedaan antara master dan penjudi—satu menghitung risiko dari awal, satu lagi menunggu likuidasi.

Kalau kamu ingin bertahan lama di kontrak perpetual, ingatlah beberapa aturan ini: jangan pernah membuka posisi lebih dari 20% dari modal, hitung garis likuidasi sebelum membuka posisi dan screenshot, dan saat harga berfluktuasi lebih dari 5%, harus hitung ulang margin. Rumus memilih leverage sangat sederhana—bagi 1 dengan perkiraan penurunan maksimum kamu, lalu kalikan 2, itulah leverage yang harus kamu pakai. Saat ingin membuka leverage 100 kali, hitung dulu di atas kertas: jika BTC turun 3%, di mana garis likuidasi? Berapa sisa saldo di akun? Dalam dunia kontrak perpetual, yang bertahan bukan orang yang berani, tapi orang yang menghitung dengan jelas.
BTC-0,29%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan