Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Jadi, poh adalah mekanisme yang Solana pakai untuk bikin blockchain lebih efisien. Gue baru nyadar betapa fundamental konsepnya ini untuk memahami kenapa Solana bisa fast dan cheap.
Karena di blockchain tradisional, network perlu capai consensus tentang dua hal sekaligus: transaksi apa yang valid dan urutan mana yang benar. Nah, penentuan waktu itu krusial banget karena menunjukkan ke semua orang kapan transaksi terjadi. Kalau gak ada timestamp yang jelas, blockchain jadi kacau.
Proof of History pada dasarnya adalah solusi untuk masalah waktu ini. Poh adalah sistem yang menggabungkan waktu langsung ke dalam blockchain. Caranya? Solana pakai Verifiable Delay Functions (VDFs) yang hanya bisa diproses oleh satu CPU core secara sequential. Jadi gak ada parallel processing, dan karena itu bisa diprediksi berapa lama setiap step memakan waktu. Ini jauh lebih elegan dibanding Proof of Work yang mesti cari nonce dengan brute force.
Apa bedanya sama PoW? Penambang PoW bersaing siapa yang cepat nemuin nonce yang tepat, butuh computational power besar. Tapi poh adalah pendekatan berbeda—gak perlu race, gak perlu boros listrik. VDF-nya berjalan sequential, dan itu aja udah cukup buat network tahu kapan blok ditambang.
Solana combine PoH dengan Tower Byzantine Fault Tolerance, yang basically adalah security layer di mana validator bisa stake token mereka buat validate hash dari PoH. Kombinasi ini bikin jaringan jadi ringan dan cepat.
Hasilnya? Biaya transaksi di Solana jauh lebih murah dibanding Ethereum, dan throughput-nya juga lebih tinggi. Untuk orang yang sering transaksi atau transfer, ini worth it banget.
Tapi ada trade-off yang perlu diperhatikan. Solana saat ini punya sekitar 1,200 validator, jauh lebih sedikit dibanding jaringan besar lainnya. Plus, meskipun Solana sering disebut Ethereum killer, ecosystem dApp-nya masih jauh lebih kecil—sekitar 350 dApps di Solana vs lebih dari 3,000 di Ethereum.
Sebetulnya, poh adalah mekanisme konsensus yang built on top of Proof of Stake, tapi dengan cara hitung waktu yang unik. Alih-alih mengandalkan voting power semata, PoH pake sejarah transaksi sebagai source of truth untuk ordering. Itu yang bikin Solana beda dan kenapa banyak yang tertarik dengan pendekatan ini. Tapi ya, centralization risk dari validator count tetap jadi pertanyaan.