Menurut Ripple dan Project Eleven, dua perusahaan baru-baru ini mengumumkan kolaborasi untuk memperkuat XRP Ledger menghadapi ancaman komputasi kuantum sebelum sistem yang rentan secara kriptografis menjadi berisiko. Inisiatif ini akan melakukan audit menyeluruh atas infrastruktur validator XRPL, sistem custody, dan keamanan wallet, diikuti penerapan skema hybrid yang menggabungkan standar kriptografi saat ini dengan perlindungan tahan-kuantum, serta prototipe wallet custody yang aman terhadap kuantum.
Tinjauan keamanan terbaru mengonfirmasi bahwa sekitar 300.000 akun XRPL yang memegang sekitar 2,4 miliar XRP tetap aman, dengan hanya dua akun yang tidak aktif ditandai berpotensi rentan. J. Ayo Akinyele, Kepala Engineering di RippleX, menyatakan bahwa kemampuan rotasi kunci yang ada dan jaringan validator XRPL membuat ledger ini siap bergerak dengan cepat. “Tujuannya siap produksi jauh sebelum kita membutuhkannya, bukan bereaksi ketika Q Day tiba,” katanya.