Standard Chartered Prediksi Morpho di $60 pada 2030—Apa yang Mendorong Prospeknya?

Pasar
Diperbarui: 07/06/2026 06:26

Standard Chartered baru-baru ini merilis laporan riset pertamanya mengenai Morpho, dengan menetapkan target harga jangka panjang sebesar $60 pada tahun 2030 dan menarik perhatian luas dari pasar. Namun, yang lebih penting dari sekadar target harga tersebut adalah alasan mengapa Standard Chartered memilih momen ini untuk memulai liputan terhadap Morpho, serta mengapa bank ini meyakini Morpho dapat mengungguli Bitcoin dan Ethereum dalam jangka panjang. Langkah ini tidak hanya mencerminkan pandangan bank terhadap Morpho, tetapi juga menyoroti bagaimana pinjaman DeFi dan tokenisasi aset mulai muncul sebagai motor pertumbuhan baru bagi keuangan on-chain.

Standard Chartered memprediksi Morpho akan mencapai $60 pada 2030

Mengapa Standard Chartered Mengambil Sikap Bullish Jangka Panjang terhadap Morpho?

Ini menandai pertama kalinya Standard Chartered secara resmi memasukkan Morpho ke dalam kerangka riset aset digitalnya, melampaui sekadar prakiraan harga. Sebelumnya, bank ini telah menerbitkan riset jangka panjang untuk Bitcoin, Ethereum, dan Aave. Dengan menambahkan Morpho, Standard Chartered memperluas cakupan infrastruktur DeFi untuk jangka panjang.

Riset ini dipimpin oleh Geoff Kendrick, Head of Digital Asset Research di Standard Chartered. Laporan tersebut berpendapat bahwa Morpho kini bukan sekadar protokol pinjaman DeFi—Morpho kini menggabungkan marketplace pinjaman (Morpho Markets) dengan infrastruktur manajemen aset on-chain (Morpho Vaults). Kemampuan ganda ini menempatkan Morpho untuk meraih manfaat dari pertumbuhan jangka panjang baik di sektor DeFi maupun pasar tokenisasi aset.

Yang patut dicatat, tesis pertumbuhan Standard Chartered untuk Morpho tidak didasarkan pada siklus pasar jangka pendek, melainkan pada asumsi ekspansi berkelanjutan di sektor keuangan on-chain. Laporan tersebut memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, total nilai aset yang digunakan dalam DeFi dapat tumbuh hingga 37 kali lipat, dan sebagai salah satu protokol pinjaman terbesar, Morpho berpeluang besar untuk memperoleh manfaat dari pertumbuhan tersebut.

Intinya, liputan Standard Chartered terhadap Morpho tampaknya merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperdalam kerangka riset DeFi-nya. Dari pandangan bullish awal terhadap Bitcoin dan Ethereum, hingga liputan terbaru terhadap Aave dan Morpho, bank ini memandang DeFi sebagai komponen fundamental dari sistem keuangan digital masa depan, bukan sekadar ceruk di pasar kripto.

Mengapa Morpho Dianggap sebagai Infrastruktur Pinjaman DeFi yang Esensial?

Optimisme Standard Chartered terhadap Morpho bukan hanya karena skala Morpho saat ini sebagai protokol pinjaman. Bank ini meyakini model bisnis Morpho tengah berkembang menjadi platform infrastruktur yang utuh.

Saat ini, Morpho telah tumbuh menjadi protokol pinjaman DeFi terbesar kedua di dunia, hanya di bawah Aave. Berdasarkan data DefiLlama, total nilai terkunci (TVL) Morpho telah melampaui $6,5 miliar, menjadikannya pemain utama di ranah pinjaman DeFi. Hal ini menunjukkan bahwa Morpho telah membangun basis modal dan komunitas pengguna yang solid—bukan lagi proyek tahap awal.

Namun, yang benar-benar menarik perhatian Standard Chartered adalah Morpho Vaults. Berbeda dengan pasar pinjaman tradisional yang berfokus pada mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman, Vaults berfungsi sebagai infrastruktur manajemen aset on-chain. Vaults memungkinkan institusi profesional menciptakan pool likuiditas khusus berdasarkan preferensi risiko yang beragam, melayani manajer aset, DAO, dan ke depannya, institusi keuangan tradisional yang masuk ke keuangan on-chain. Standard Chartered meyakini segmen ini bahkan bisa menjadi lebih penting daripada bisnis pinjaman itu sendiri.

Pendekatan ini memberikan posisi yang berbeda bagi Morpho di antara protokol pinjaman DeFi. Sementara protokol tradisional mengandalkan pertumbuhan volume pinjaman, Morpho membangun infrastruktur manajemen aset dan keuangan, sehingga mampu melayani lebih banyak use case. Seiring makin banyaknya modal institusional yang masuk ke on-chain, permintaan terhadap infrastruktur seperti ini diperkirakan akan meningkat.

Laporan Standard Chartered melihat Morpho sebagai "infrastruktur perbankan on-chain", bukan sekadar protokol pinjaman. Inilah alasan utama bank ini berani memberikan valuasi jangka panjang yang tinggi untuk Morpho.

Prakiraan Harga Jangka Panjang MORPHO oleh Standard Chartered

Tahun Target Harga MORPHO Standard Chartered
Akhir 2026 $3,50
Akhir 2027 $11
Akhir 2028 $22
Akhir 2029 $40
Akhir 2030 $60

Sumber: Standard Chartered Digital Assets Research, Geoff Kendrick.

Mengapa Standard Chartered Percaya Morpho Bisa Mengungguli BTC dan ETH dalam Jangka Panjang?

Penetapan target harga $60 untuk 2030 tidak berarti Standard Chartered memperkirakan pertumbuhan Morpho hanya berasal dari fundamental proyek itu sendiri. Sebaliknya, tesis utamanya adalah: sektor infrastruktur DeFi tempat Morpho beroperasi diprediksi akan memasuki siklus pertumbuhan baru dalam beberapa tahun ke depan, dan Morpho berada pada posisi yang tepat untuk meraih manfaatnya.

Mengapa Standard Chartered percaya Morpho bisa mengungguli BTC dan ETH dalam jangka panjang?

Laporan tersebut memperkirakan bahwa pada tahun 2030, aset yang digunakan dalam protokol DeFi bisa meningkat sekitar 37 kali lipat dari level saat ini. Pendorong utama meliputi tokenisasi aset, proliferasi stablecoin, meningkatnya permintaan pinjaman on-chain, dan partisipasi institusi keuangan tradisional yang makin besar di pasar on-chain. Seiring pasar secara keseluruhan berkembang, Morpho sebagai protokol pinjaman terdepan berpeluang memperoleh pangsa pasar yang lebih besar.

Yang penting, Standard Chartered tidak melabeli Morpho sebagai "token panas berikutnya". Sebaliknya, Morpho dipandang sebagai infrastruktur keuangan. Laporan tersebut menyatakan bahwa masa depan keuangan on-chain akan bergeser dari protokol trading murni ke platform untuk manajemen aset, alokasi modal, dan pengelolaan imbal hasil. Morpho Vaults sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan ini, sehingga Morpho berpotensi memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang lebih besar dibanding protokol pinjaman tradisional.

Jalur valuasi Standard Chartered untuk Morpho bukanlah loncatan satu kali; melainkan didasarkan pada ekspansi bertahap pasar DeFi. Dengan demikian, target harga $60 mencerminkan proyeksi industri selama lima tahun, bukan prediksi harga jangka pendek.

Pandangan bullish jangka panjang Standard Chartered terhadap Morpho didasarkan pada beberapa faktor:

  • Pertumbuhan skala aset DeFi yang berkelanjutan.
  • Tokenisasi aset yang mendorong lebih banyak modal masuk ke keuangan on-chain.
  • Morpho Vaults memperluas use case ke manajemen aset, tidak hanya pinjaman.
  • Adopsi institusional yang meningkat, memicu arus modal baru.

Mengapa Pinjaman DeFi Kembali Menjadi Sorotan bagi Keuangan Tradisional?

Dalam gambaran yang lebih luas, liputan Standard Chartered terhadap Morpho bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri—ini merupakan bagian dari fokus baru ke DeFi oleh keuangan tradisional.

Dalam beberapa tahun terakhir, DeFi terutama melayani pengguna kripto-native, dengan permintaan pinjaman didorong oleh leverage trading dan liquidity mining. Akibatnya, sebagian besar institusi keuangan tradisional memilih untuk menunggu dan melihat. Namun, dengan perkembangan pesat stablecoin, tokenisasi US Treasury, dan munculnya real-world assets (RWA), makin banyak aktivitas keuangan on-chain yang terhubung dengan aset riil dan pasar tradisional, sehingga mengubah posisi DeFi.

Sebagai contoh, kini makin banyak institusi yang memandang pinjaman on-chain sebagai alat manajemen modal, bukan sekadar protokol kripto. Manajer aset dapat menggunakan DeFi untuk memperoleh imbal hasil on-chain, penerbit stablecoin mencari pemanfaatan modal yang lebih efisien, dan seiring makin banyaknya aset yang ditokenisasi masuk ke pasar, infrastruktur pinjaman dan likuiditas yang matang menjadi sangat penting. Perubahan-perubahan ini secara kolektif menarik kembali minat keuangan tradisional terhadap pinjaman DeFi.

Dari sisi persaingan, protokol pinjaman DeFi terkemuka juga mulai membedakan diri:

Protokol Pinjaman DeFi Kekuatan Utama Fokus Jangka Panjang
Aave Ekosistem pinjaman multi-aset yang matang Ekspansi pinjaman institusional dan ekosistem stablecoin GHO
Morpho Infrastruktur Lending + Vault Manajemen aset on-chain dan layanan modal institusional
Spark Likuiditas stablecoin Melayani MakerDAO dan ekosistem stablecoin
Euler Pinjaman modular Peningkatan fleksibilitas protokol dan manajemen risiko

Bagi institusi tradisional, pertanyaan utamanya kini bukan lagi siapa yang memiliki TVL tertinggi, melainkan siapa yang dapat menjadi infrastruktur fundamental bagi keuangan on-chain di masa depan. Liputan awal Standard Chartered terhadap Morpho menandai pergeseran riset keuangan global—dari berfokus pada "harga aset kripto" menuju mengkaji "infrastruktur keuangan on-chain" itu sendiri.

Apakah Peluang Jangka Panjang Morpho Sudah Tercermin dalam Harga Saat Ini?

Terlepas dari pandangan bullish Standard Chartered, pasar perlu membedakan antara potensi pertumbuhan jangka panjang dan ekspektasi valuasi jangka pendek.

Di sisi positif, Morpho sudah memiliki skala protokol yang signifikan, rangkaian produk yang matang, dan dukungan institusional yang kuat. Putaran pendanaan terbarunya sebesar $175 juta, yang melibatkan Paradigm, a16z crypto, Ribbit Capital, dan lainnya, menyediakan sumber daya yang cukup untuk ekspansi ekosistem. Seiring tokenisasi aset dan keuangan institusional on-chain berkembang, Morpho berada pada posisi yang baik untuk meraih manfaat dari pertumbuhan industri.

Namun di sisi lain, ekspektasi pasar jelas telah meningkat. Sektor pinjaman DeFi masih sangat kompetitif, dengan pemain mapan seperti Aave yang menguasai pangsa pasar besar. Laju tokenisasi aset, adopsi institusional, dan perubahan regulasi global semuanya dapat memengaruhi laju pertumbuhan industri. Jika keuangan on-chain berkembang lebih lambat dari yang diantisipasi, valuasi Morpho bisa mengalami penyesuaian ke bawah, meski posisinya tetap terdepan.

Oleh karena itu, prakiraan Standard Chartered sebaiknya dipandang sebagai tesis industri jangka panjang, bukan prediksi harga jangka pendek. Bagi investor, lebih penting untuk memantau apakah fundamental DeFi berkembang sesuai proyeksi, daripada hanya berfokus pada angka $60.

Apakah Peluang Jangka Panjang Morpho Sudah Tercermin dalam Harga?

Meski Standard Chartered telah menetapkan target jangka panjang $60 untuk Morpho pada 2030, hal ini tidak berarti Morpho telah memasuki fase "pertumbuhan terjamin". Sebaliknya, prakiraan ini didasarkan pada beberapa asumsi jangka panjang: ekspansi pasar DeFi yang berkelanjutan, tokenisasi aset yang pesat, dan meningkatnya arus modal institusional ke keuangan on-chain. Setiap perubahan pada variabel kunci ini dapat mengubah hasil akhir.

Di sisi cerah, fundamental Morpho sangat kuat. Berdasarkan DefiLlama, Morpho kini menjadi protokol pinjaman DeFi terbesar kedua di dunia. Baru-baru ini, Morpho memperoleh pendanaan sebesar $175 juta dari investor papan atas seperti Paradigm, a16z crypto, dan Ribbit Capital, yang menyediakan sumber daya untuk pengembangan produk dan ekspansi pasar institusional ke depan. Standard Chartered juga memandang pendanaan ini sebagai kunci bagi pembangunan infrastruktur Morpho.

Namun, pasar juga harus mempertimbangkan sisi sebaliknya. Morpho menghadapi persaingan tidak hanya dari protokol mapan seperti Aave, tetapi juga dari laju pertumbuhan industri DeFi secara keseluruhan. Jika tokenisasi aset atau adopsi institusional berjalan lambat, prospek pertumbuhan Morpho bisa terbatas. Selain itu, pasar telah memasukkan sebagian narasi "keuangan tradisional masuk DeFi" ke dalam harga, sehingga kinerja harga di masa depan akan lebih bergantung pada hasil bisnis on-chain yang nyata daripada sekadar sentimen.

Oleh karena itu, daripada berfokus pada apakah "$60 dapat tercapai", yang lebih penting adalah memantau apakah asumsi kunci di balik prakiraan Standard Chartered benar-benar terwujud.

Peluang dan tantangan utama Morpho dalam jangka panjang dapat dirangkum sebagai berikut:

Peluang Pertumbuhan Jangka Panjang Morpho Tantangan Utama Morpho
Ekspansi pasar DeFi yang berkelanjutan Persaingan di sektor DeFi yang makin ketat
Tokenisasi aset dan RWA yang pesat Ketidakpastian laju adopsi institusional
Morpho Vaults memperluas manajemen aset on-chain Lingkungan regulasi on-chain yang terus berkembang
Mendapatkan modal institusional besar Pasar telah memasukkan sebagian ekspektasi jangka panjang

Variabel Kunci Apa yang Perlu Dipantau Investor ke Depan?

Bagi Morpho, faktor terpenting dalam beberapa tahun ke depan bukanlah fluktuasi harga jangka pendek, melainkan apakah keuangan on-chain dapat memasuki siklus pertumbuhan baru.

Pertama, perhatikan perkembangan Morpho Vaults. Berbeda dengan pinjaman tradisional, Vaults berfokus pada manajemen aset on-chain, alokasi modal institusional, dan pengelolaan imbal hasil. Pertumbuhan bisnis ini akan menentukan apakah Morpho benar-benar bisa menjadi infrastruktur keuangan, bukan sekadar protokol pinjaman.

Kedua, pantau laju tokenisasi aset. Pandangan bullish Standard Chartered terhadap Morpho sangat didasarkan pada ekspektasi bahwa tokenisasi akan membawa lebih banyak aset tradisional ke ekosistem DeFi. Jika US Treasury, reksa dana pasar uang, dan kredit privat yang ditokenisasi terus bertumbuh, permintaan untuk pinjaman, likuiditas, dan pengelolaan imbal hasil juga akan meningkat.

Terakhir, amati apakah institusi keuangan tradisional terus masuk ke keuangan on-chain. Dalam beberapa tahun terakhir, stablecoin, RWA, dan pembayaran on-chain menjadi fokus utama institusi. Kemampuan Morpho untuk menarik lebih banyak pengguna institusional ke infrastrukturnya akan lebih penting daripada fluktuasi TVL jangka pendek.

Variabel kunci yang perlu terus dipantau antara lain:

  • Apakah aset yang dikelola Morpho Vaults terus bertumbuh.
  • Pertumbuhan TVL secara keseluruhan di pasar pinjaman DeFi.
  • Laju tokenisasi aset dan RWA.
  • Adopsi infrastruktur Morpho oleh lebih banyak institusi tradisional.
  • Perubahan pendapatan Morpho, penggunaan protokol, dan pangsa pasar.

Bagaimana Cara Memantau Tren Pasar MORPHO di Gate?

Bagi investor yang tertarik pada Morpho dan sektor pinjaman DeFi, penting untuk memantau tidak hanya pergerakan harga, tetapi juga TVL protokol, perkembangan tokenisasi aset, ukuran pasar stablecoin, serta kemajuan arus modal institusional ke keuangan on-chain.

Dengan Gate, pengguna dapat memantau harga MORPHO, volume perdagangan, dan berita industri terkait. Dengan mengombinasikan data ini dengan tren di DeFi, RWA, dan keuangan on-chain, Anda dapat memperoleh gambaran menyeluruh tentang nilai jangka panjang Morpho—bukan sekadar fluktuasi harga jangka pendeknya.

Ringkasan

Liputan awal Standard Chartered terhadap Morpho, beserta target harga $60 untuk 2030, menandai lebih dari sekadar keyakinan pada satu proyek DeFi—ini menandakan pergeseran cara institusi keuangan tradisional menilai ulang nilai jangka panjang infrastruktur keuangan on-chain.

Fokus utama seharusnya bukan pada apakah target $60 tercapai, melainkan apakah logika industri di balik prakiraan tersebut terus terealisasi. Seiring tokenisasi aset, stablecoin, dan arus modal institusional masuk ke keuangan on-chain, protokol pinjaman DeFi berkembang dari sekadar melayani pengguna kripto-native menjadi infrastruktur keuangan generasi berikutnya. Bagi Morpho, variabel paling krusial tetap pada penggunaan protokol, adopsi institusional, dan laju perkembangan pasar DeFi secara keseluruhan.

FAQ

Mengapa Standard Chartered baru pertama kali meliput Morpho?

Standard Chartered meyakini Morpho kini bukan sekadar protokol pinjaman DeFi—Morpho telah mengintegrasikan infrastruktur pinjaman dan manajemen aset on-chain, sehingga layak dimasukkan dalam riset aset digital jangka panjang bank tersebut.

Mengapa Standard Chartered memproyeksikan Morpho bisa mencapai $60 pada 2030?

Prakiraan ini didasarkan pada beberapa asumsi jangka panjang: skala aset DeFi yang tumbuh sekitar 37 kali lipat pada 2030, tokenisasi aset yang berkelanjutan, dan ekspansi infrastruktur keuangan on-chain Morpho—bukan sekadar tren pasar jangka pendek.

Apa perbedaan Morpho dengan Aave?

Aave berfokus utama pada pinjaman terdesentralisasi, sementara Morpho tidak hanya mengoperasikan pasar pinjaman, tetapi juga menawarkan infrastruktur manajemen aset on-chain melalui Morpho Vaults, dengan tujuan melayani lebih banyak modal institusional dan use case manajemen aset.

Mengapa keuangan tradisional menunjukkan minat baru terhadap pinjaman DeFi?

Dengan pesatnya pertumbuhan stablecoin, RWA, dan tokenisasi aset, DeFi kini menjadi komponen utama keuangan on-chain. Makin banyak institusi keuangan tradisional yang kini berfokus pada infrastruktur pinjaman dan manajemen aset on-chain.

Apa metrik terpenting untuk memantau prospek jangka panjang Morpho?

Selain harga MORPHO, investor sebaiknya memantau TVL protokol, skala aset yang dikelola Morpho Vaults, pertumbuhan pasar RWA, tingkat adopsi institusional, dan pendapatan protokol—fundamental ini lebih mencerminkan perkembangan jangka panjang Morpho.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten