Per 17 Juli 2026, XRP diperdagangkan stabil di kisaran $1,10 pada platform Gate. Selama sepekan terakhir, alamat whale telah mengakumulasi sekitar 70 juta XRP, meskipun token ini masih bergerak sideways dalam rentang sempit. Menurut firma analitik on-chain Santiment, dompet whale yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta XRP kini secara kolektif menguasai sekitar 383 juta XRP. Sementara itu, jumlah akun yang telah diaktifkan pada XRP Ledger (XRPL) telah melampaui 8 juta.
Harga yang stabil, ekspansi jaringan, dan peningkatan akumulasi whale—ketika ketiga sinyal ini muncul secara bersamaan, sering kali menandakan adanya pergeseran struktural di pasar.
Whale Akumulasi 70 Juta XRP dalam Sepekan: Apa yang Diungkapkan Data?
Analis on-chain Ali Martinez, mengutip data Santiment, mencatat bahwa total kepemilikan dompet whale meningkat dari sekitar 3,76 miliar XRP menjadi kurang lebih 3,83 miliar XRP selama sepekan terakhir—atau terjadi kenaikan bersih sekitar 70 juta XRP. Pada harga $1,10, akumulasi ini bernilai sekitar $77 juta.
Akumulasi ini tidak terjadi secara merata. Data menunjukkan bahwa kepemilikan relatif stabil pada 10–11 Juli, naik ke sekitar 3,79 miliar XRP pada 12–13 Juli, dan mencapai puncak sekitar 3,83 miliar XRP pada 14 Juli. Meski sempat turun tipis ke sekitar 3,82 miliar XRP pada 15 Juli, kenaikan bersih mingguan tetap signifikan.
Dompet whale ini kini menguasai sekitar 6% dari total suplai XRP yang beredar. Dengan belum adanya breakout harga yang jelas, arus masuk modal bersih sebesar ini patut menjadi perhatian.
Kepemilikan Tembus 12 Miliar XRP: Apakah Tren Akumulasi Jangka Panjang Meningkat?
Jika melihat lebih luas, akumulasi whale bukanlah fenomena yang hanya terjadi dalam sepekan terakhir. Sejak XRP turun dari all-time high $3,60 pada Juli 2025, alamat yang memegang 10 juta hingga 100 juta XRP telah menambah lebih dari 4,63 miliar XRP. Total kepemilikan dompet whale ini naik dari sekitar 8 miliar XRP di awal Juli 2025 menjadi 11,18 miliar pada Desember 2025. Setelah perlambatan selama tiga bulan, akumulasi kembali meningkat pada Maret 2026 dan kini untuk pertama kalinya menembus 12 miliar XRP.
Dengan harga saat ini, kenaikan 4,63 miliar XRP tersebut bernilai sekitar $4,9 miliar; jika dihitung pada puncak Juli 2025 di $3,60, nilainya melebihi $16,6 miliar.
Menariknya, akumulasi tidak merata sepanjang penurunan harga. Pada penurunan tajam awal Agustus 2025, whale sempat melakukan profit taking sehingga kepemilikan turun ke 7,5 miliar XRP sebelum beralih ke akumulasi berkelanjutan. Pola ini menunjukkan bahwa pemegang besar tidak sekadar membeli di saat harga turun, melainkan mengambil keputusan strategis berdasarkan perubahan struktural harga.
Stagnasi Harga dan Akumulasi Whale: Mengapa Tren On-Chain dan Harga Berbeda Arah?
Sejak puncak Juli 2025, XRP telah turun lebih dari 70%, dengan penurunan hampir 42% sepanjang tahun ini. Namun, kepemilikan whale justru meningkat berlawanan dengan tren tersebut. Koeksistensi antara pelemahan harga yang berkelanjutan dan akumulasi whale menciptakan divergensi yang jelas antara data on-chain dan harga pasar.
Divergensi ini sering diinterpretasikan dalam kerangka analisis pasar sebagai perbedaan antara "smart money" dan "panic selling." Laporan Santiment pada Mei mencatat bahwa rasio sentimen positif terhadap negatif untuk XRP turun ke 1,1, menandakan bias pasar yang bearish. Investor ritel semakin diliputi ketakutan di tengah penurunan berlanjut, sementara pemegang besar justru memperluas eksposur saat harga melemah.
Polarisasi ini terlihat tidak hanya pada level harga, tetapi juga pada berbagai ukuran alamat. Alamat menengah yang memegang 100.000 hingga 1 juta XRP telah mengurangi kepemilikan sekitar 1,3 miliar XRP sejak Agustus 2025, sementara whale yang memegang 10 juta hingga 100 juta XRP terus menambah posisi. Migrasi kepemilikan—"ikan besar memangsa ikan kecil"—kini menjadi ciri struktural utama data on-chain XRP.
8 Juta Akun Aktif dan Ekspansi Ekosistem: Bagaimana Fundamental Jaringan Mendukung Narasi?
Akumulasi whale tidak terjadi secara terisolasi. Jumlah akun XRPL yang diaktifkan telah melampaui 8 juta. Adopsi jaringan yang meningkat menyediakan landasan fundamental bagi arus modal.
Tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) menjadi salah satu use case XRPL yang tumbuh paling pesat. Institusi mulai menerbitkan versi digital obligasi pemerintah, kredit swasta, dan properti di jaringan ini. Solusi pembayaran enterprise Ripple dan stablecoin RLUSD yang didukung USD juga memperluas ekosistem pembayaran.
Selain itu, XRPL baru saja meluncurkan AI Hub, yang memungkinkan agen otonom untuk melakukan perdagangan secara native, membayar biaya API, dan mengeksekusi tugas keuangan otomatis di XRPL. Mulai dari pembayaran lintas negara, tokenisasi aset, hingga aplikasi keuangan berbasis AI, batasan XRPL terus meluas. Pertumbuhan jaringan membangun fondasi permintaan token jangka panjang, sementara akumulasi whale yang berlanjut dapat dilihat sebagai respons modal terhadap perubahan fundamental ini.
Support $1,10 dan Resistance $1,20: Sinyal Apa yang Diberikan Analisis Teknikal?
Dari perspektif teknikal, XRP saat ini diperdagangkan dalam rentang $1,05 hingga $1,20. Setelah memantul dari zona support $1,05, minat beli mulai muncul di kisaran $1,10. Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 48,64, dengan garis sinyal di 47,74, menandakan kekuatan beli yang membaik meski masih di bawah level netral 50.
Berbagai kerangka analisis teknikal mengarah pada kesimpulan serupa: XRP masih bergerak dalam pola descending wedge, yang secara luas dianggap sebagai struktur potensi pembalikan arah. Breakout tegas di atas resistance upper wedge dapat memicu momentum kenaikan baru. Level $1,20 menjadi resistance kunci untuk memperkuat outlook teknikal bullish.
Peta panas likuidasi (liquidation heatmap) menunjukkan adanya klaster likuiditas padat di atas harga saat ini, terutama di sekitar $1,12, $1,14, dan $1,16. Zona-zona ini berpotensi menarik pergerakan harga akibat posisi leverage yang terkonsentrasi, sehingga dapat memicu volatilitas melalui likuidasi paksa.
Jendela CLARITY Act Semakin Dekat: Bagaimana Katalis Regulasi Mempengaruhi Ekspektasi?
Waktu akumulasi whale bertepatan dengan perkembangan regulasi. Legislator AS memasuki jendela 20 hari untuk mengesahkan CLARITY Act, yang bertujuan membangun kerangka regulasi yang jelas untuk aset digital, termasuk penentuan aset mana yang masuk kategori sekuritas atau komoditas.
Dari tiga token utama, XRP paling langsung terpapar pada hasil CLARITY Act, karena undang-undang ini akan menggeser klasifikasi komoditas XRP dari keputusan institusional menjadi undang-undang permanen. Pasar prediksi kini memperkirakan probabilitas lolos di Senat sebesar 79%.
Analisis skenario menunjukkan, jika RUU gagal, XRP dapat turun ke kisaran $0,90–$1,00, dan jika panic selling meluas, bisa jatuh lebih jauh ke $0,75–$0,80. Jika RUU ini lolos, reaksi kenaikan XRP kemungkinan akan lebih tajam. Namun, beberapa analis mencatat bahwa meski RUU gagal, industri kripto tetap dapat mencapai sebagian besar tujuan regulasi yang diharapkan dalam dua setengah tahun ke depan melalui panduan institusional.
Terlepas dari hasil akhirnya, ketidakpastian terkait RUU ini sudah mendorong pelaku pasar untuk menyesuaikan posisi. Akumulasi whale menjelang voting dapat diartikan sebagai positioning untuk kejelasan regulasi jangka panjang, bukan sekadar spekulasi arah harga jangka pendek.
Ringkasan
Per 17 Juli 2026, XRP diperdagangkan stabil di kisaran $1,10 pada platform Gate. Selama sepekan terakhir, alamat whale telah mengakumulasi sekitar 70 juta XRP, sehingga total kepemilikan mereka kini mencapai sekitar 3,83 miliar XRP. Sejak puncak Juli 2025, whale telah menambah lebih dari 4,63 miliar XRP, dengan total kepemilikan menembus 12 miliar untuk pertama kalinya. Sementara itu, akun XRPL yang diaktifkan telah melampaui 8 juta dan adopsi jaringan terus berkembang.
Pergerakan harga sideways dan akumulasi whale, pengurangan oleh alamat kecil bersamaan dengan pembelian whale, tumpang tindih antara jendela regulasi dan ekspansi ekosistem—tiga set kontradiksi ini mendefinisikan karakter inti pasar XRP saat ini. Data on-chain menunjukkan pemegang besar diam-diam menambah eksposur, sementara analisis teknikal menunggu breakout tegas dalam rentang $1,05–$1,20. Pergerakan pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada interaksi—atau divergensi—antara arus modal on-chain, sinyal breakout teknikal, dan perkembangan regulasi.
FAQ
Q1: Berapa banyak XRP yang diakumulasi whale selama sepekan terakhir?
Menurut data on-chain Santiment, alamat whale yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta XRP mencatat kenaikan bersih sekitar 70 juta XRP selama sepekan terakhir, dengan total kepemilikan naik dari sekitar 3,76 miliar menjadi 3,83 miliar XRP.
Q2: Berapa harga XRP saat ini?
Per 17 Juli 2026, XRP diperdagangkan stabil di kisaran $1,10 pada platform Gate.
Q3: Apakah akumulasi whale berarti harga akan segera naik?
Akumulasi whale mencerminkan perilaku modal pemegang besar dalam rentang harga saat ini, namun data on-chain saja tidak cukup untuk menjadi sebuah prediksi harga. Akumulasi bisa menjadi sinyal positioning jangka panjang, tetapi harga jangka pendek tetap dipengaruhi faktor teknikal, perkembangan regulasi, dan sentimen pasar.
Q4: Bagaimana perkembangan jaringan XRP Ledger?
XRPL kini memiliki lebih dari 8 juta akun aktif. Aplikasi jaringan telah berkembang dari pembayaran lintas negara ke tokenisasi RWA, DeFi, hingga layanan keuangan berbasis AI.
Q5: Apa dampak CLARITY Act terhadap XRP?
RUU ini bertujuan membangun kerangka regulasi yang jelas untuk aset digital. XRP paling langsung terpapar pada hasilnya, karena RUU ini akan mengubah klasifikasi komoditas XRP dari keputusan institusional menjadi undang-undang permanen. Kemajuan atau hambatan dalam RUU ini dapat berdampak signifikan pada sentimen pasar.




