Menurut wawancara yang diterbitkan pada 2 Juli, CEO Able Finance Islam Shazhaev menjelaskan strategi perusahaan untuk menguasai pasar keuangan Islam senilai 4,93 triliun dolar AS dengan membangun infrastruktur stablecoin milik sendiri, bukan hanya bersaing dalam pembayaran. Platform tersebut menggabungkan arsitektur berbasis AI dengan USDa, stablecoin sesuai syariah yang diatur oleh dewan ulama independen, dirancang untuk memberikan imbal hasil sambil mematuhi prinsip halal.
Shazhaev menyatakan bahwa stablecoin yang ada seperti USDC dan USDT mewarisi struktur cadangan berbasis bunga yang dianggap tidak sesuai oleh banyak ulama. Pendekatan Able memungkinkan pengguna menyetor stablecoin dan mendapatkan imbal hasil halal langsung di dalam aplikasi. Platform ini juga menampilkan able.shield, lapisan AI yang secara aktif mengelola pengeluaran kartu dengan memantau langganan dan membatalkan yang tidak diinginkan secara otomatis, mengatasi celah dalam penawaran neobank pasif dan kartu kripto.