Menurut Barron’s, saham Alphabet (GOOGL) anjlok lebih dari 6% selama dua hari perdagangan berturut-turut hingga 18 Juli, di tengah kekhawatiran yang terus meningkat atas roadmap produk AI-nya serta persaingan yang makin ketat dari rival asal Tiongkok. Raksasa pencarian itu menghadapi dua tantangan krusial: model Gemini 3.5 Pro generasi berikutnya, yang awalnya dijanjikan untuk Juni, telah ditunda akibat kinerja yang kurang memuaskan dalam pengujian internal, terutama pada tugas pembuatan kode, menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Selain itu, startup AI Tiongkok Moonshot AI meluncurkan model terbarunya, Kimi K3, yang menurut firma pengujian independen Artificial Analysis ditemukan memiliki peringkat lebih tinggi daripada semua model Google dalam tolok ukur kecerdasan, sehingga menambah kekhawatiran investor. Alphabet dijadwalkan melaporkan pendapatan pada 22 Juli, sementara analis memperingatkan bahwa kenaikan apa pun dalam panduan belanja infrastruktur AI tanpa peningkatan kinerja yang sepadan dapat memicu arus hambatan pasar lebih lanjut.