Analis Eri Menantang Narasi Lonjakan XRP yang Terkait dengan Pembalikan Yen Jepang

XRP-7,53%
USDC-0,01%

Analis pasar Eri menantang narasi bahwa pelepasan mendadak yen Jepang bisa langsung memicu reli XRP yang tajam, dan berargumen bahwa justru latar makro mengarah pada penyesuaian yang bertahap dan sangat terkelola. Tesis bullish di kalangan pendukung XRP menyatakan bahwa meningkatnya tekanan di sistem keuangan Jepang bisa memaksa pembongkaran cepat posisi yang didanai yen, berpotensi menguntungkan XRP sebagai aset jembatan untuk likuiditas lintas negara. Eri membantah pandangan ini dengan menunjuk pada kerangka kebijakan Bank of Japan yang historisnya sangat hati-hati, yang cenderung berjalan dalam langkah-langkah terukur, bukan pergerakan mendadak, sehingga pasar mendapat waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian posisi dan menurunkan peluang terjadinya pembongkaran yang tidak beraturan sehingga aliran global tiba-tiba beralih ke XRP.

Eri Berpendapat Pendekatan Kebijakan Bank of Japan yang Bertahap Melemahkan Kasus Reli XRP Jangka Dekat

Tesis bullish yang dipromosikan oleh Pasukan XRP adalah bahwa meningkatnya tekanan dalam sistem keuangan Jepang dapat memaksa investor untuk membongkar posisi yang didanai yen dengan cepat. Dalam skenario ini, modal akan dipaksa keluar dari perdagangan berleveraj dan masuk ke saluran penyelesaian netral, sementara sebagian pihak berargumen bahwa XRP dapat diuntungkan dari volatilitas yang dihasilkan. Versi yang lebih agresif dari pandangan ini menyebutkan bahwa pergeseran tersebut bisa memicu lonjakan menguat yang eksplosif untuk altcoin terkemuka.

Eri menolak interpretasi ini, dengan menyoroti kerangka kebijakan Bank of Japan yang historisnya sangat hati-hati. Ia mencatat bahwa siklus pengetatan di Jepang cenderung terjadi dalam langkah-langkah yang terukur dan sudah “ditelegrafkan” dengan jelas, bukan langkah mendadak. Menurutnya, pola penyesuaian bertahap yang fungsi-langkahnya dipisahkan oleh periode kestabilan yang panjang memberi pasar waktu yang cukup untuk melakukan reposisi dan secara signifikan mengurangi peluang pembongkaran yang tidak beraturan.

Ia juga berargumen bahwa jalur menuju suku bunga yang lebih tinggi, berpotensi sekitar 1,5%, lebih mungkin terjadi dalam 18 sampai 24 bulan ke depan, sehingga melemahkan kasus untuk lonjakan likuiditas apa pun dalam waktu dekat yang bisa tiba-tiba mengalihkan arus global ke XRP.

Kendala Likuiditas dan Aktivitas Paus Meredam Sentimen Pasar XRP

Eri menyoroti masalah struktural yang lebih dalam terkait kedalaman likuiditas di dalam ekosistem XRP itu sendiri. Bahkan di kalangan yang selaras dengan Ripple, figur seperti Brett Mollin, veteran perusahaan yang kini terlibat dalam inisiatif XRPL Foundation, sebelumnya pernah menunjuk kendala likuiditas sebagai hambatan utama untuk adopsi yang lebih luas dari XRP Ledger untuk penyelesaian skala besar.

Saat ini, arus lintas negara global masih tertambat pada stablecoin yang sangat likuid seperti Tether (USDT) dan Circle (USDC), yang sudah menjadi perantara yang efisien dari fiat ke fiat di berbagai koridor perdagangan utama. Keunggulan likuiditas yang sudah mengakar ini membuat aset alternatif sulit menggantikan jalur penyelesaian yang ada, bahkan saat periode tekanan makro.

Sentimen XRP menggambarkan kondisi yang rapuh dan berhati-hati. 60 juta XRP telah didistribusikan ulang atau dijual oleh para paus dalam pekan terakhir, sehingga menambah ketidakpastian. Sebagian trader memantau level $1 sebagai zona reset potensial sebelum pemulihan berkelanjutan dapat terbentuk.

Secara keseluruhan, pandangan Eri cenderung mengarah pada prospek yang lebih terkendali dibandingkan lonjakan yang tiba-tiba dipicu makro, karena kinerja XRP kemungkinan dibentuk oleh pergeseran moneter yang lebih lambat dan keuntungan inkremental dalam kedalaman likuiditas di ekosistemnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Eri yakin pembongkaran yen Jepang tidak akan langsung mendorong XRP?

Eri berargumen bahwa kerangka kebijakan Bank of Japan yang historisnya sangat hati-hati cenderung berjalan dalam langkah-langkah yang terukur dan sudah “ditelegrafkan” dengan jelas, bukan langkah mendadak. Ia mencatat bahwa jalur menuju suku bunga yang lebih tinggi, berpotensi sekitar 1,5%, lebih mungkin terjadi dalam 18 sampai 24 bulan ke depan, memberi pasar waktu yang cukup untuk melakukan reposisi dan menurunkan peluang pembongkaran yang tidak beraturan yang bisa tiba-tiba mengalihkan arus global ke XRP.

Tantangan likuiditas apa yang dihadapi XRP menurut sumber tersebut?

Brett Mollin, veteran Ripple yang kini terlibat dalam inisiatif XRPL Foundation, sebelumnya pernah menunjuk kendala likuiditas sebagai hambatan utama bagi adopsi yang lebih luas dari XRP Ledger untuk penyelesaian skala besar. Arus lintas negara global tetap tertambat pada stablecoin yang sangat likuid seperti Tether (USDT) dan Circle (USDC), yang sudah berfungsi sebagai perantara fiat-ke-fiat yang efisien, sehingga membuat aset alternatif sulit menggantikan jalur penyelesaian yang ada.

Aktivitas paus terbaru apa yang memengaruhi sentimen XRP?

60 juta XRP telah didistribusikan ulang atau dijual oleh para paus dalam pekan terakhir, sehingga menambah ketidakpastian di pasar. Sebagian trader memantau level $1 sebagai zona reset potensial sebelum pemulihan berkelanjutan dapat terbentuk.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar