
Menurut pemberitaan BBC pada 6 Mei, Apple pada 5 Mei mengajukan perjanjian penyelesaian yang diusulkan di pengadilan federal California, dengan kesepakatan membayar 250 juta dolar AS (sekitar 184 juta poundsterling), untuk menyelesaikan gugatan class action atas tuduhan bahwa perusahaan itu melakukan iklan menyesatkan terkait fitur Apple Intelligence dan kemampuan AI Siri. Apple menyangkal adanya tindakan yang tidak semestinya dalam perjanjian tersebut, dan kesepakatan masih memerlukan persetujuan hakim.
Menurut pemberitaan BBC, konsumen yang membeli iPhone 15 atau iPhone 16 model yang memenuhi syarat di AS pada 10 Juni 2024 hingga 29 Maret 2025 dapat memperoleh kompensasi sebesar 25 dolar AS hingga 95 dolar AS untuk setiap perangkat, dengan nominal bergantung pada jumlah klaim yang diajukan. Beberapa gugatan terkait telah digabung untuk disidangkan di Pengadilan Distrik Federal untuk Distrik Utara California.
Menurut pemberitaan BBC, ini merupakan kali kedua dalam setahun terakhir Apple membayar penyelesaian besar terkait masalah Siri—pada 2025, Apple telah membayar 95 juta dolar AS untuk menyelesaikan tuduhan bahwa Siri merekam percakapan pribadi tanpa izin.
Menurut dokumen pengadilan yang dikutip oleh BBC, pengacara penggugat dalam pernyataan gugatan yang telah direvisi berpendapat: “Fitur kecerdasan buatan yang dipromosikan oleh Apple pada saat itu tidak ada, juga tidak ada sekarang, dan tidak akan ada dalam dua tahun ke depan atau lebih lama, tetapi tetap dipromosikan sebagai inovasi terobosan.” Pengacara dalam dokumen tersebut juga menegaskan: “Saat iPhone 16 diserahkan kepada konsumen, perangkat itu tidak dilengkapi ‘Apple Intelligence’, dan versi Siri yang ditingkatkan juga tidak pernah diluncurkan.”
Menurut pemberitaan BBC, badan National Advertising Division dari Better Business Bureau (NAD) juga menemukan bahwa bahasa pemasaran Apple yang menyatakan “sudah tersedia” menimbulkan kesan bahwa Siri versi yang ditingkatkan akan disertakan saat produk diluncurkan, padahal pada kenyataannya tidak disediakan.
Menurut pemberitaan BBC, juru bicara Apple, Marni Goldberg, dalam pernyataannya mengatakan: “Sejak Apple Intelligence diluncurkan, kami telah memperkenalkan puluhan fitur, mencakup berbagai bahasa, dan mengintegrasikannya ke berbagai platform Apple.” Ia menambahkan bahwa Apple memilih untuk menyelesaikan perkara agar dapat terus fokus pada “produk dan layanan paling inovatif untuk pengguna kami.”
Menurut pemberitaan BBC, dalam pernyataan pada Maret 2025, juru bicara Apple, Jacqueline Roy, mengakui bahwa jadwal peluncuran Siri versi yang lebih personal “akan berlangsung lebih lama daripada yang kami perkirakan”; setelah itu, Apple mencabut iklan yang terkait dengan Siri versi yang ditingkatkan.
Menurut pemberitaan BBC, Apple sedang menyesuaikan strategi AI-nya, termasuk pensiun kepala AI, John Giannandrea, serta rencana untuk mengintegrasikan teknologi Gemini dari Google ke pembaruan Siri di masa mendatang.
Menurut pemberitaan BBC pada 6 Mei 2026, Apple setuju membayar 250 juta dolar AS (sekitar 184 juta poundsterling) untuk menyelesaikan gugatan class action; perjanjian yang diusulkan diajukan pada 5 Mei (Selasa) di pengadilan federal California, Apple menyangkal adanya tindakan yang tidak semestinya, dan kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan hakim.
Menurut pemberitaan BBC, konsumen yang membeli iPhone 15 atau iPhone 16 model yang memenuhi syarat di AS pada 10 Juni 2024 hingga 29 Maret 2025 dapat memperoleh kompensasi sebesar 25 hingga 95 dolar AS untuk setiap perangkat, dengan nominal bergantung pada jumlah klaim yang diajukan.
Menurut dokumen pengadilan yang dikutip oleh BBC, pengacara penggugat berpendapat bahwa fitur AI yang dipromosikan Apple tidak ada pada saat iklan dilakukan, iPhone 16 yang diserahkan tidak dilengkapi Apple Intelligence, dan Siri versi yang ditingkatkan juga tidak pernah diluncurkan.
Artikel Terkait
a16z meluncurkan dana kripto putaran kelima senilai 2,2 miliar dolar AS, memimpin pendanaan untuk tiga perusahaan rintisan AI
Cursor Rekrut Eksekutif Mantan Palo Alto Networks Simon Green untuk Memimpin Ekspansi Asia
Pendiri Pi Network Hadir di Consensus 2026, Berbicara tentang Verifikasi Identitas di Era AI
Pratinjau Tencent Hunyuan Hy3 Melihat Kenaikan Token 10x dalam Dua Minggu
Musk Mempertimbangkan Menggabungkan OpenAI ke Dalam Tesla pada Akhir 2017, Persidangan Mendengar