Minggu lalu, Apple dan Microsoft mengumumkan kenaikan harga di seluruh produk perangkat keras unggulan, dengan alasan biaya memori dan penyimpanan yang lebih tinggi akibat permintaan pusat data AI. Apple menaikkan harga pada beberapa model MacBook dan iPad, sementara Microsoft menaikkan harga konsol Xbox dan perangkat Surface. Langkah penetapan harga ini membebani sentimen investor, dengan saham Apple turun lebih dari 4% dan Microsoft turun lebih dari 1% selama seminggu, karena para pedagang khawatir tentang potensi perlambatan permintaan dari konsumen.
Sebaliknya, pemasok semikonduktor diuntungkan oleh ledakan AI. Micron Technology melonjak setelah melaporkan hasil fiskal kuartal ketiga 2026 yang kuat, di mana perusahaan sekarang memperkirakan kekurangan chip akan berlanjut hingga melampaui 2027, bukan berakhir pada awal 2027. CEO Sanjay Mehrotra mengatakan permintaan yang kuat untuk chip memori dari pusat data AI akan menjaga tekanan pasokan tetap tinggi.