3 Juni 2026 pukul 23:00 hingga 23:15 (UTC), BTC anjlok tajam sebesar 0,47% dalam 15 menit, dengan rentang harga 64.404,8-64.983,4 USDT dan amplitudo 0,89%. Penurunan kali ini merupakan kelanjutan dari tren koreksi berkelanjutan sejak akhir Mei; pada hari tersebut harga sudah turun sekitar 12% dari titik tertinggi mingguan $75.850, sementara volatilitas pasar meningkat tajam dan sentimen bearish mendominasi.
Dorongan utama dari peristiwa ini adalah arus keluar dana institusional yang terus berlanjut, disertai aksi jual oleh pemegang BTC korporat. ETF Bitcoin AS telah mengalami arus keluar bersih selama 11 hari berturut-turut, dengan nilai kumulatif melebihi 3,4 miliar dolar AS, yang mencerminkan kepercayaan investor institusional terus memburuk. Di sisi lain, Strategy—pemegang BTC korporat terbesar di dunia—pada 3 Juni menjual 32 BTC (sekitar 2,5 juta dolar AS). Ini adalah penjualan parsial pertama lembaga tersebut sejak 2022, yang melepaskan sinyal negatif kuat dan langsung menekan kepercayaan pasar.
Selain itu, ketatnya likuiditas makro dan aktivitas di rantai saling menguatkan. Jalur kebijakan suku bunga The Fed masih belum jelas; penguatan dolar membuat daya tarik BTC bagi pembeli global menurun. Data on-chain menunjukkan bahwa paus berukuran menengah-kecil yang memegang 1.000 hingga 10.000 BTC telah mengurangi sekitar 80 ribu BTC pada periode 18 April hingga 6 Mei, memanfaatkan reli harga untuk terus melakukan distribusi, sehingga tekanan pasokan meningkat. Dari sisi teknikal, grafik harian terus berada dalam pola death cross; RSI menampilkan hidden bearish divergence. Garis rata-rata 50 hari berada di atas rata-rata 200 hari, tetapi selisihnya menyempit; trader berbasis tren cenderung melakukan posisi jual (short).
Dalam jangka pendek, hal yang perlu dicermati adalah keefektifan support pada area kebutuhan historis $62.700-$58.000. Jika level ini jebol, berpotensi membuka ruang untuk penurunan lebih lanjut. Investor sebaiknya memantau arus dana ETF secara ketat, langkah lanjutan Strategy, serta dinamika kebijakan The Fed. Saat ini risiko volatilitas tergolong tinggi; disarankan untuk bersikap hati-hati dan waspada terhadap potensi penembusan lebih jauh dalam waktu singkat.