Pada periode 4 Juni 2026 pukul 15:00 hingga 15:15 UTC, BTC mencatat imbal hasil +0,64%. Harga rebound dari 63.851,9 USDT menjadi 64.373,0 USDT, dengan volatilitas 0,81%. Kenaikan pada periode ini jauh lebih tinggi dibanding kenaikan sepanjang hari (+0,26%), menunjukkan karakter pemulihan yang relatif independen, namun pasar secara keseluruhan masih berada dalam kondisi oversold ekstrem.
Pemicu utama anomali kali ini adalah technical oversold rebound. Pembacaan RSI turun hingga 18,20, menembus ambang oversold 30 dan menciptakan titik ekstrem jangka pendek. Data historis menunjukkan ketika RSI berada di bawah 20, biasanya pemulihan teknis sebesar 5%-12% terpicu dalam 48-72 jam. Selain itu, harga menyentuh level dukungan kunci Fibonacci 0,786 (64.677 dolar AS) yang menarik masuknya pembeli, memicu sinyal beli teknis.
Kedua, profit taking oleh pihak short memperbesar lonjakan. Penurunan tiga hari berturut-turut sebelumnya menyebabkan short jangka pendek mengumpulkan keuntungan mengambang yang besar. Saat harga mendekati level dukungan teknis penting, short mulai menutup posisi, sehingga short squeeze semakin memperbesar besaran rebound. Di sisi lain, arus keluar ETF berlanjut (34 miliar dolar AS dalam satu minggu) yang menyebabkan “vakum” pembelian spot. Dalam kondisi oversold ekstrem, sedikit saja pembelian dapat mendorong harga memantul dengan cepat. Dari sisi makro, ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang dipertahankan bersamaan dengan eskalasi konflik geopolitik Iran, dengan harga minyak yang menembus 90 dolar AS per barel menekan aset berisiko, menjadi faktor penekan untuk jangka menengah hingga panjang.
Rebound teknis jangka pendek mungkin berlanjut, tetapi tidak didukung fundamental. Perlu memantau efektivitas level dukungan 64.677 dolar AS serta penembusan level resistance 68.500 dolar AS, terus melacak arus dana ETF dan data Nonfarm Payrolls. Risiko fluktuasi jangka pendek masih ada; disarankan untuk memperhatikan pengujian level resistance berikutnya dan sinyal kebijakan makro.