5 Juni 2026 19:15 hingga 19:30 UTC, harga BTC mengalami kenaikan kecil, dengan imbal hasil +0,79%. Perkiraan rentang harga 59.129,2 - 59.866,6 USDT, dengan volatilitas 1,24%. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi hari itu yang mengalami penurunan tajam secara keseluruhan—harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah intraday 59.764,90 dolar AS, menjadi titik terendah baru sejak Oktober 2024, dengan penurunan harian sekitar 5%, yang merupakan skenario khas technical rebound setelah kondisi oversold.
Pendorong utama pergerakan kali ini adalah pantulan yang dipicu oleh oversold teknikal yang sangat parah. Indikator RSI turun hingga sekitar 7,49, berada di area oversold ekstrem; secara historis level serupa kerap disertai koreksi teknikal. Selain itu, penurunan lebih dari 5% pada hari itu mengakumulasi banyak profit untuk posisi short, dan setelah sinyal teknikal muncul, posisi tersebut ditutup secara terkonsentrasi sehingga mendorong harga rebound dalam waktu singkat.
Di samping itu, dana ETF mencatat arus masuk bersih kecil untuk pertama kalinya setelah 13 hari berturut-turut mengalami arus keluar (hanya 3 juta dolar AS), namun arus masuk yang kecil ini sulit menjadi dukungan yang berarti. Dari sisi makro, eskalasi konflik antara Iran dan militer AS mendorong harga minyak menembus 90 dolar AS per barel. Data nonfarm AS bulan Mei yang melampaui ekspektasi memperkuat ekspektasi The Fed yang hawkish, sehingga peluang penurunan suku bunga turun tajam dan preferensi risiko pasar secara keseluruhan melemah. Dominance stablecoin terus meningkat menunjukkan dana berputar dari aset berisiko menuju stablecoin. Guncangan psikologis ketika Strategy membatalkan strategi buy-and-hold jangka panjang dengan menjual 32 BTC juga makin melemahkan kepercayaan pasar.
Saat ini, konfirmasi technical TBO telah terjadi, dan risiko penembusan level support kunci 60.000 dolar AS menghadang. Perlu dicermati apakah RSI bisa terus rebound, apakah arus dana ETF bisa berbalik menjadi positif, serta bagaimana perkembangan situasi geopolitik. Risiko volatilitas jangka pendek masih ada, sehingga pengguna perlu memantau performa level teknikal kunci dan secara hati-hati menilai risiko pada posisi kepemilikan.