Menurut CCTV, laporan kerja pemerintah Tiongkok untuk pertama kalinya memasukkan 'koordinasi compute-power' pada 6 Juni 2026, mengangkat infrastruktur komputasi yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan dari terobosan teknis menjadi strategi nasional.
Kota Huainan, Anhui, memanfaatkan kombinasi langka pembangkit listrik dasar tenaga batu bara, dukungan energi terbarukan, serta sistem terpadu source-grid-load-storage untuk memimpin inisiatif ini. 1 kilowatt-jam listrik terbarukan, yang semula bernilai 0,5 yuan (US$0,075), dapat menghasilkan hingga 10 yuan (US$1,50) ketika dikonversi menjadi token kripto untuk pasar global, menurut Ketua China Environment Holdings Group, Yu Zhuyun. Biaya tenaga surya dan angin Tiongkok telah mencapai 2-3 sen dolar AS per kilowatt-jam, sehingga energi terbarukan menjadi sumber listrik termurah di dunia.