Menurut South China Morning Post, perusahaan perangkat lunak desain chip asal Tiongkok mendukung Tau Scaling Law milik Huawei, sebuah kerangka kerja yang diperkenalkan pada akhir bulan lalu untuk merancang chip canggih dengan mengurangi ketergantungan pada alat litografi Barat yang dibatasi oleh sanksi AS.
Empyrean Technology, penyedia perangkat lunak EDA asal Tiongkok, meluncurkan platform verifikasi fisik Argus yang terintegrasi dengan alat desain sirkuit terpadu 3D. Secara terpisah, peneliti dari Universitas Peking mengungkap prototipe alat EDA yang kompatibel dengan arsitektur LogicFolding milik Huawei, yang menumpuk sirkuit secara vertikal untuk mempercepat transfer informasi, bukan hanya mengecilkan transistor. Langkah-langkah ini mencerminkan upaya perancang chip Tiongkok mencari alternatif lokal seiring kontrol ekspor AS semakin ketat.