Menurut penelitian dari Gaogong Lithium Battery Research Institute, 35 perusahaan penyimpanan energi mengungkapkan kontrak dengan total sekitar 550GWh per 28 Juni 2026. Volume pesanan relatif stabil dari Januari hingga Maret, tetapi melonjak tajam dari April hingga Juni, mencerminkan pasar yang terkendala pasokan.
Laporan terpisah dari InfoLink menunjukkan bahwa pengiriman sel penyimpanan energi global mencapai 205,52GWh pada Q1 2026, naik 98,70% year-over-year, dengan lima produsen teratas—CATL, Hicee Storage, EVE Energy, BYD Energy Storage, dan CALT—menguasai 59% pasar.