Menurut Direktur FBI Kash Patel pada 17 Juni, Federal Bureau of Investigation berhasil menggagalkan rencana teror terkoordinasi yang menargetkan Gedung Putih. Konspirasi tersebut awalnya dijadwalkan akan dijalankan pada 14 Juni bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 Presiden Trump dan acara UFC "Freedom 250" di South Lawn, tempat sekitar 4.300 orang berkumpul, termasuk 1.200 personel militer aktif.
Rencana tiga tahap itu melibatkan serangan drone dengan bahan peledak pada bangunan di sekitar Gedung Putih untuk menciptakan kekacauan massal, lalu tim penembak jitu menargetkan kerumunan yang berlari ke area-area yang sudah ditentukan, dan terakhir menerobos masuk ke pintu masuk Gedung Putih. Rencana tersebut terbongkar setelah seorang kerabat dari salah satu pihak konspirator melaporkan kepada pihak berwenang. FBI menerima petunjuk pada 10 Juni dan melacak jaringan rahasia yang beroperasi lewat pesan terenkripsi Signal. Sebanyak 23 orang diidentifikasi terlibat, dengan lima tersangka ditangkap di Ohio, Missouri, dan California.