Seniman Filipina Menggugat Memes.ai Atas Template Komik Balon Lari “Running Away”

Key Takeaways
  • Seniman Filipina Elmer Saflor menggugat Memes Apps pada 1 Juli atas pelanggaran hak cipta tanpa izin menggunakan template komik “Running Away Balloon”.
  • Memes Apps menjual akses ke komik Saflor tahun 2017 kepada pelanggan berbayar dengan tarif langganan bulanan $40-$199 tanpa otorisasi.
  • Saflor meminta perintah pengadilan permanen, perhitungan keuntungan, dan ganti rugi berdasarkan undang-undang dengan batas maksimum $150.000 per karya untuk pelanggaran yang disengaja.

Seniman Filipina Elmer Saflor mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta pada 1 Juli di Central District of California terhadap Memes Apps, perusahaan yang mengoperasikan pembuat iklan AI Memes.ai, dengan tuduhan platform tersebut menjual akses ke komiknya "Running Away Balloon" sebagai template iklan. Gugatan tersebut menyatakan Memes Apps menawarkan strip dua panel itu, yang didaftarkan Saflor pada 2024, kepada pelanggan berbayar tanpa otorisasi. Berbeda dari litigasi yang berjalan terhadap Stability AI dan Midjourney yang berfokus pada penggunaan data pelatihan, kasus ini menyoroti reproduksi langsung dan penayangan publik karya seni di perpustakaan template platform.

Saflor Menuduh Pelanggaran Langsung Melalui Perpustakaan Template

Dalam gugatan tersebut, Memes Apps diduga menawarkan "Running Away Balloon" kepada pelanggan berbayar sebagai template yang dapat dicari di perpustakaannya. Komik aslinya, yang diposting ke Facebook pada April 2017, menggambarkan sosok manusia tongkat berwarna abu-abu yang meraih balon berlabel "opportunities" sementara ditahan oleh karakter berwarna pink yang diberi tanda "shyness." Menurut gugatan, karya seni itu berada di perpustakaan template dengan nama sendiri, dan dapat diakses oleh siapa pun yang berlangganan.

Saflor meminta agar pengadilan menilai pelanggaran langsung, kontribusif, dan vikarius dalam berkasnya. Gugatan tersebut merujuk materi pemasaran Memes.ai yang memberi tahu pelanggan bahwa iklan yang dihasilkan "adalah milik Anda untuk digunakan bagi bisnis Anda," termasuk dalam iklan berbayar. Gugatan itu menggambarkan pelanggaran sebagai dilakukan dengan sengaja, seraya mencatat perusahaan mendorong pelanggan untuk "pecat biro iklan Anda"—agensi yang melisensikan konten yang mereka gunakan—sambil mengklaim hak cipta atas situs web mereka sendiri.

Saflor meminta perintah injungsi permanen, perhitungan keuntungan dan penggantian keuntungan yang diperoleh secara tidak sah, serta ganti rugi berdasarkan ketentuan undang-undang yang dibatasi hingga $150.000 per karya untuk pelanggaran yang disengaja berdasarkan Copyright Act. Sang seniman mengatakan kepada Ars Technica bahwa tujuan utamanya adalah mendorong proses penemuan fakta dan mengangkat "pertanyaan yang lebih luas tentang bagaimana platform berbasis AI menggunakan karya para kreator."

Memes.ai Menjalankan Model Berlangganan untuk Iklan Berbasis Merek

Memes.ai memasarkan dirinya kepada merek, agensi, dan pemasar dengan paket langganan mulai dari $40 hingga $199 per bulan. Menurut gugatan, platform tersebut menyediakan kuota hingga 1.000 iklan meme bergantung pada tingkat langganan.

Para Ahli Hukum Mengutip Preseden 2024 Success Kid

Pakar hukum internet Eric Goldman mengatakan kepada Ars Technica bahwa putusan melawan Memes Apps dapat berdampak pada setiap pembuat meme. Sebuah pengadilan banding federal pada 2024 memutus bahwa kampanye Steve King melanggar meme "Success Kid" dengan menggunakannya dalam unggahan penggalangan dana. Goldman menafsirkan putusan tersebut sebagai bahwa penggunaan meme dalam iklan tidak mendapatkan perlindungan.

Dalam gugatan saat ini, Saflor menargetkan pemasok, bukan pengiklan. Goldman berpendapat pendekatan ini bisa menciptakan "serangkaian dilema hukum lainnya."

FAQ

Apa yang dituduhkan Elmer Saflor dalam gugatannya terhadap Memes Apps?

Elmer Saflor menuduh Memes Apps menjual akses ke komiknya "Running Away Balloon" sebagai template iklan kepada pelanggan berbayar tanpa otorisasi. Gugatan yang diajukan pada 1 Juli di Central District of California menyatakan adanya pelanggaran hak cipta langsung, kontribusif, dan vikarius.

Bagaimana gugatan ini berbeda dari kasus terhadap Stability AI dan Midjourney?

Berbeda dengan litigasi Stability AI dan Midjourney yang berfokus pada apakah memasukkan karya untuk melatih model AI merupakan penggunaan wajar, gugatan Saflor menuduh reproduksi biasa dan penayangan publik. Gugatan tersebut menyatakan karya seni itu berada di perpustakaan template Memes.ai dengan nama sendiri, dan dapat dicari oleh setiap pelanggan.

Preseden hukum apa yang dirujuk para ahli terkait kasus ini?

Pakar hukum internet Eric Goldman merujuk pada putusan pengadilan banding federal 2024 yang menyatakan kampanye Steve King melanggar meme "Success Kid" dengan menggunakannya dalam unggahan penggalangan dana. Goldman menyatakan putusan tersebut membuat penggunaan meme dalam iklan tidak terlindungi dan menyarankan putusan melawan Memes Apps dapat berdampak pada setiap pembuat meme.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar