Menurut Goldman Sachs, harga minyak telah menurun signifikan dalam beberapa pekan terakhir, dengan minyak mentah Brent turun dari lebih dari 120 dolar AS per barel pada akhir April menjadi sekitar 72 dolar AS saat ini. Tim komoditas bank tersebut memperkirakan harga akan mencapai 80 dolar AS per barel pada kuartal keempat tahun 2026, dengan margin penyulingan diperkirakan tetap tinggi akibat kerusakan pada fasilitas produksi di Teluk dan Rusia.
Meskipun adanya tekanan harga yang diperkirakan, Goldman Sachs mempertahankan peringkat "overweight" pada saham Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, serta saham A China. Bank tersebut percaya dampak biaya energi terhadap ekonomi Asia akan lebih terpusat dan berumur lebih pendek dibandingkan selama 2021–2022, dengan inflasi tetap terkendali di sebagian besar kawasan.