Menurut Goldman Sachs, bank investasi kini memperkirakan bank sentral Afrika Selatan akan menaikkan suku bunga dua kali pada 2026, menandai pembalikan dari perkiraan sebelumnya yang memuat pemotongan suku bunga berturut-turut. Perubahan ini mencerminkan meningkatnya risiko inflasi akibat memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Ekonom utama Goldman, Andrew Masini, menyatakan pihaknya telah menaikkan perkiraan harga minyak dan inflasi, dengan proyeksi kenaikan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada rapat kebijakan moneter Afrika Selatan di bulan Mei dan Juli. Masini menambahkan bahwa kemungkinan kenaikan yang lebih besar sebesar 50 basis poin masih “relatif rendah”.
Related News
Pasar Saham Korea Selatan Mencapai Volatilitas Rekor di Tengah Lonjakan 200%
Biaya Pinjaman Pemerintah Inggris Mencapai Puncak Tertinggi 28 Tahun di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Citadel Securities: Inflasi, Bukan Pertumbuhan, adalah Risiko Pasar Nyata