Menurut Bloomberg, pada 12 Juni, Google mengajukan gugatan terhadap Outsider Enterprise, jaringan kejahatan siber berbasis Tiongkok, karena menggunakan AI untuk mengirim 2,5 juta SMS penipuan ke pengguna Android selama dua minggu pada bulan Mei guna mencuri informasi pribadi. Kelompok itu berkoordinasi di Telegram, menyamar sebagai Google dan merek lain, serta menggunakan Gemini untuk menulis kode bagi situs web penipuan.
Pengguna Android melaporkan 55.000 SMS spam selama periode yang sama. Google mengaitkan operasi itu dengan 9.000 situs web palsu dan lebih dari 1 juta URL penipuan. Perusahaan tersebut berkoordinasi dengan operator telekomunikasi AS AT&T, T-Mobile, dan Verizon untuk memblokir pesan, serta bekerja sama dengan penegak hukum AS.