Hanwha Solutions Memperkirakan Dampak Terbatas dari Petisi Penghindaran Sel Surya AS (US Solar Cell Circumvention Petition)

Key Takeaways
  • Hanwha Solutions memperkirakan dampak terbatas dari petisi penyelidikan penghindaran yang menargetkan sel surya Korea, yang diajukan pada tanggal 29 di AS.
  • Hanwha Solutions menerima penetapan non-penghindaran dari Departemen Perdagangan AS pada tahun 2023 untuk fasilitas Q CELLS Malaysia.
  • Departemen Perdagangan AS secara resmi memulai penyelidikan Bagian 232 pada Juli 2025 atas produk polysilicon dan turunannya.

Hanwha Solutions memperkirakan dampak terbatas dari petisi penyelidikan dugaan penghindaran bea masuk anti-dumping dan bea subsidi (countervailing duty) AS yang menargetkan sel surya Korea. Perusahaan menyatakan pada konferensi panggilan kinerja kuartal II pada tanggal 29 bahwa sistem produksi dan rantai pasoknya pada dasarnya berbeda dari struktur penghindaran yang didalilkan dalam petisi tersebut. Petisi telah diajukan kepada Departemen Perdagangan AS yang meminta penyelidikan mengenai apakah sel surya Korea menghindari tarif yang dikenakan pada produk China, meskipun departemen tersebut belum secara resmi memulai penyelidikan. Perusahaan menyebut adanya dasar faktual yang kuat untuk memperkirakan tidak ada dampak material. Petisi menargetkan impor sel surya Korea di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung di sektor manufaktur surya AS.

Hanwha Solutions Menerima Keputusan Non-Penghindaran pada Kasus Malaysia 2023

Hanwha Solutions menekankan bahwa pihaknya menerima penetapan non-penghindaran dari Departemen Perdagangan AS pada 2023 saat petisi serupa menargetkan fasilitas Malaysia miliknya yang beroperasi di bawah Q CELLS. Perusahaan menggunakan preseden ini sebagai dukungan bagi posisi saat ini bahwa penyelidikan tersebut tidak akan memengaruhi operasi secara material.

Canadian Solar, SEG Solar, dan Heliene Mengajukan Petisi

Petisi diajukan oleh Canadian Solar, SEG Solar, dan Heliene. Pengamat industri menafsirkan petisi ini sebagai langkah balasan kompetitif, dengan mencatat bahwa para pemohon adalah pemangku kepentingan dalam rantai pasok sel dan modul di Asia Tenggara serta bahwa Hanwha Q CELLS sebelumnya telah mengajukan petisi penanganan perdagangan yang menargetkan rantai pasok tersebut.

Departemen Perdagangan AS Memulai Penyelidikan Polysilicon Bagian 232 pada Juli 2025

Terpisah dari petisi sel Korea, Departemen Perdagangan AS secara resmi memulai penyelidikan Bagian 232 pada Juli 2025 untuk menilai apakah impor polysilicon dan produk turunannya memengaruhi keamanan nasional. Hanwha Solutions mengidentifikasi penyelidikan ini sebagai variabel untuk kinerja paruh kedua. Perusahaan menyatakan bahwa jika langkah Bagian 232 hanya berlaku untuk polysilicon, biaya pengadaan bahan baku impor akan meningkat, dan perusahaan memantau dampaknya karena mengimpor polysilicon non-China.

Perusahaan Memantau Biaya Impor Polysilicon Non-China

Hanwha Solutions menjelaskan bahwa jika langkah Bagian 232 meluas ke sel dan modul yang diimpor, lingkungan pasar yang relatif menguntungkan dapat terbentuk bagi Hanwha Q CELLS karena rantai nilai AS-nya yang lengkap. Perusahaan menyatakan tidak menunda pembelian bahan baku sebelum penetapan Bagian 232. Dalam materi kinerja, perusahaan mencatat bahwa perkiraan pengumuman langkah tarif Bagian 232 untuk polysilicon dan produk turunannya tahun ini dapat memicu restrukturisasi pasar yang berpusat pada produsen AS.

FAQ

Apa yang dikatakan Hanwha Solutions tentang petisi penghindaran AS pada tanggal 29?
Hanwha Solutions menyatakan pada konferensi panggilan kinerja kuartal II pada tanggal 29 bahwa sistem produksi dan rantai pasoknya pada dasarnya berbeda dari struktur penghindaran yang didalilkan dalam petisi tersebut, dan perusahaan memperkirakan tidak ada dampak material karena dasar faktual yang kuat.

Mengapa Canadian Solar, SEG Solar, dan Heliene mengajukan petisi terhadap sel surya Korea?
Pengamat industri menafsirkan petisi tersebut sebagai tindakan balasan kompetitif karena para pemohon adalah pemangku kepentingan dalam rantai pasok sel dan modul Asia Tenggara, dan Hanwha Q CELLS sebelumnya telah mengajukan petisi penanganan perdagangan yang menargetkan rantai pasok tersebut.

Kapan Departemen Perdagangan AS memulai penyelidikan polysilicon Bagian 232?
Departemen Perdagangan AS secara resmi memulai penyelidikan Bagian 232 pada polysilicon dan produk turunannya pada Juli 2025 untuk menilai apakah impor memengaruhi keamanan nasional.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar