Saham Hyundai Motor ditutup pada 502.000 won pada 6 Juli, pulih di atas level 500.000 won setelah mencapai titik terendah 492.000 won pada 3 Juli. Saham tersebut sempat mencapai puncak 750.000 won pada 1 Juli — rekor tertinggi — sebelum turun sekitar 33% di tengah kekhawatiran atas kinerja bisnis inti perusahaan pada Q2. Reli dari level akhir 200.000 won pada akhir 2024 didorong oleh ekspektasi AI fisik dan robotika setelah CES pada Januari, dengan momentum yang meningkat pada akhir Mei karena antisipasi kunjungan CEO NVIDIA Jensen Huang ke Korea Selatan dan meningkatnya minat terhadap komersialisasi robot humanoid Atlas milik Boston Dynamics. Analis kini memperdebatkan apakah premi robotika telah sepenuhnya diperhitungkan atau pemulihan operasional H2 akan mendukung valuasi.
Saham Hyundai Motor mencapai rekor penutupan tertinggi sebesar 750.000 won pada 1 Juli sebelum turun menjadi 492.000 won pada 3 Juli — penurunan sekitar 33%. Saham ditutup pada 502.000 won pada 6 Juli, menurut data MPI Doctor. Penurunan ini terjadi setelah reli yang dimulai pada akhir 2024, ketika saham diperdagangkan di kisaran akhir 200.000 won. Ekspektasi AI fisik muncul sebagai pendorong utama setelah CES pada Januari, dengan saham berfluktuasi antara 400.000 dan 500.000 won hingga Mei sebelum melonjak ke puncak Juli karena hiruk-pikuk robotika dan AI manufaktur terkait kunjungan Jensen Huang yang diantisipasi ke Korea Selatan.
Inisiatif robotika Hyundai Motor Group melalui Boston Dynamics (BD) disebut sebagai faktor utama di balik reli saham. Perusahaan sedang mengejar komersialisasi robot humanoid Atlas dan dijadwalkan meluncurkan Pusat Aplikasi dan Manufaktur Robot (RMAC) yang berbasis di AS pada bulan Agustus. Fasilitas ini akan menangani pengumpulan data, pembelajaran, dan pengujian robot — infrastruktur yang diharapkan dapat memperkuat daya saing AI manufaktur. Operasi terintegrasi Hyundai Motor Group di bidang manufaktur kendaraan, logistik, kendaraan yang ditentukan perangkat lunak (SDV), dan robotika telah disorot sebagai faktor diferensiasi, dengan beberapa analis menyarankan bahwa perusahaan harus dinilai sebagai platform AI manufaktur daripada produsen mobil tradisional.
Kekhawatiran kinerja Q2 telah membebani saham. Hanwha Investment & Securities memproyeksikan volume penjualan Q2 akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya karena permintaan global yang lemah dan gangguan pasokan akibat kebakaran pemasok pada Maret. Penjualan kendaraan ramah lingkungan terus meningkat, tetapi pertumbuhan penjualan hibrida melambat sementara penurunan penjualan plug-in hybrid (PHEV) dan battery electric vehicle (BEV) semakin melebar. Kombinasi dari melemahnya penjualan global, peningkatan investasi R&D, dan negosiasi upah serikat pekerja telah meningkatkan ekspektasi bahwa hasil Q2 akan meleset dari konsensus pasar.
Beberapa analis mengantisipasi perubahan arah mulai Q3. Analis Hanwha Investment & Securities, Kim Sung-rae, menyatakan bahwa peluncuran kendaraan baru pada Q3 diperkirakan akan mendorong ekspansi volume penjualan di pasar utama termasuk AS dan Eropa, dengan pangsa kendaraan ramah lingkungan yang meningkat mendukung pemulihan pendapatan dan laba. Kim menambahkan bahwa kinerja H2 akan diuntungkan oleh perluasan produksi lokal di AS, yang secara bertahap akan mengurangi beban tarif dan meningkatkan profitabilitas.
Pendapat analis tentang valuasi Hyundai Motor telah berbeda. Yuanta Securities menaikkan harga target dari 600.000 won menjadi 690.000 won pada akhir Juni tetapi menurunkan peringkat investasinya dari 'Beli' menjadi 'Tahan'. Analis Kim Yong-min mencatat bahwa reli saham lebih didorong oleh ekspektasi peran BD di pasar humanoid global daripada oleh penilaian ulang bisnis otomotif Hyundai yang sudah ada. Kim menyatakan bahwa premi valuasi muncul ketika nilai bisnis baru — yang belum berdampak pada pendapatan — dimasukkan ke dalam valuasi berdasarkan laba bisnis inti. Hanwha Investment & Securities mempertahankan pandangan yang lebih optimis, menekankan bahwa fundamental bisnis otomotif inti akan membaik pada H2.
Apa yang menyebabkan saham Hyundai Motor turun 33% dari puncak Juli?
Saham Hyundai Motor turun sekitar 33% dari rekor penutupan tertinggi 750.000 won pada 1 Juli menjadi 492.000 won pada 3 Juli karena kekhawatiran atas kinerja bisnis inti Q2, termasuk perlambatan penjualan global dan gangguan pasokan akibat kebakaran pemasok pada Maret.
Mengapa Yuanta Securities menurunkan peringkat Hyundai Motor menjadi 'Tahan' meskipun menaikkan harga target?
Yuanta Securities menurunkan peringkat Hyundai Motor dari 'Beli' menjadi 'Tahan' pada akhir Juni karena analis Kim Yong-min menilai bahwa reli saham didorong oleh ekspektasi robotika Boston Dynamics daripada fundamental bisnis otomotif inti, sehingga menghasilkan premi valuasi yang mungkin tidak didukung oleh pendapatan jangka pendek.
Faktor apa yang diperkirakan akan mendorong pemulihan kinerja H2 Hyundai Motor?
Analis memperkirakan pemulihan H2 berdasarkan peluncuran kendaraan baru pada Q3, ekspansi penjualan di AS dan Eropa, peningkatan bauran kendaraan ramah lingkungan, dan perluasan produksi lokal di AS yang akan mengurangi beban tarif dan meningkatkan profitabilitas, menurut analis Hanwha Investment & Securities, Kim Sung-rae.
Berita Terkait
SamsungElectronicsMelonjak4,68%saatKOSPIPulihdiAtas8.200
KOSPI Berfluktuasi 17% dalam Seminggu di Tengah Aksi Jual Saham Semikonduktor — Saham Korea
Saham Korea KOSPI Pulih 5,76% ke 8.088,34 Menjelang Pendapatan Samsung
Saham Samsung Electro-Mechanics Melonjak 756% di Semester Pertama, Puncaki Kenaikan Pasar Korea
Klub 1 Triliun Won KOSPI Menyusut 22,5% Meskipun Indeks Pulih ke 8000