Aditya Birla Capital berbasis di Mumbai mengumumkan pada 20 Mei bahwa dewan direksinya menyetujui penambahan ekuitas senilai 40 miliar rupee (US$413 juta) untuk mendukung penyaluran kredit dan kebutuhan korporasi lainnya. Tiga investor ikut berpartisipasi: Grasim Industries akan menginvestasikan 28,8 miliar rupee (US$298 juta), Suryaja Investment Pte Limited akan menyetor 2 miliar rupee (US$20,7 juta), dan IFC akan berinvestasi 9,2 miliar rupee (US$95 juta). Investasi tersebut tetap bergantung pada persetujuan regulator. Suntikan modal ini hadir saat Aditya Birla Capital memperkuat posisi keuangannya untuk memperluas operasi penyaluran kredit dan mendukung inisiatif korporasi.
Rincian Investasi
Penggalangan dana 40 miliar rupee itu mewakili porsi signifikan dari nilai bersih terkonsolidasi Aditya Birla Capital sebesar 264,5 miliar rupee (US$2,73 miliar) per September 2023. Grasim Industries mengambil porsi terbesar setelah berinvestasi 12,5 miliar rupee (US$129 juta) dalam penggalangan dana serupa pada tahun fiskal 2024. Keikutsertaan IFC, lembaga keuangan pembangunan multilateral, menambah dukungan internasional pada penggalangan dana.
Alokasi dan Penggunaan Dana
Aditya Birla Capital menyatakan bahwa dana tersebut akan memperkuat basis permodalannya dan mendukung operasi penyaluran kredit. Uang tersebut juga dapat digunakan untuk tujuan korporasi umum, termasuk investasi pada anak usaha dan joint venture. Modal ini akan mendukung pertumbuhan pada perusahaan pembiayaan non-banknya (NBFC), yang memiliki aset kelolaan sebesar 986 miliar rupee (US$10,2 miliar) per 31 Desember 2023. Unit bisnis pembiayaan perumahan, yang mempertahankan portofolio pinjaman senilai 165,4 miliar rupee (US$1,71 miliar), juga akan diuntungkan dari basis modal yang diperluas.
Rencana Merger dan Jalur Regulasi
Pendanaan ini datang saat Aditya Birla Capital berencana menggabungkan unit penyaluran kredit utamanya, Aditya Birla Finance Limited, ke dalam Aditya Birla Capital Limited. Skema merger tersebut masih memerlukan persetujuan regulator dan persetujuan berdasarkan ketentuan hukum. Merger tersebut akan menyederhanakan struktur perusahaan dan memenuhi kriteria pencatatan berdasarkan aturan berbasis skala untuk NBFC.
Perluasan Platform Digital
Modal baru dapat mendukung investasi di UdyogPlus, platform penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut komunikasi program, waktu pemrosesan di platform tersebut telah dipangkas menjadi hitungan menit.