Organisasi Perburuhan Internasional merilis ringkasan kebijakan pada 8 Juli 2026 yang menganalisis dampak kecerdasan buatan generatif terhadap hampir 80 juta pekerja di seluruh negara anggota ASEAN. Menurut ringkasan tersebut, Singapura memiliki pangsa pekerja dengan paparan GenAI signifikan tertinggi yaitu 42,2% dari total pekerjaan, diikuti oleh Filipina sebesar 28,1%, Indonesia sebesar 21,7%, Vietnam sebesar 20,8%, dan Thailand sebesar 20,6%.
ILO juga menemukan bahwa perempuan lebih mungkin dibandingkan laki-laki untuk bekerja di pekerjaan dengan paparan GenAI tinggi: 4,8% perempuan berbanding 2,3% laki-laki di seluruh ASEAN pada tahun 2025. Meskipun terdapat potensi besar untuk transformasi pasar tenaga kerja, ringkasan tersebut mencatat bahwa gangguan pekerjaan yang meluas belum terlihat, dengan pekerjaan di sektor dengan paparan tinggi terus berkembang.