Iran Mengonfirmasi Penerimaan Usulan De-eskalasi Ketegangan dari AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi pada tanggal 20 (waktu setempat) bahwa Iran telah menerima usulan dari negara-negara perantara yang bertujuan meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat. Konfirmasi tersebut disampaikan saat pengarahan pers, ketika Baghaei ditanya tentang laporan bahwa Qatar mengusulkan gencatan senjata selama 10 hari antara Iran dan AS. Pernyataan itu muncul setelah sembilan hari konfrontasi militer yang berlanjut antara AS dan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz, di mana Iran terus menyerang kapal-kapal yang melintas di selat tersebut sambil melakukan serangan rudal dan drone ke wilayah Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan AS.

Iran Mengonfirmasi Penerimaan Usulan Mediasi Lewat Negara Perantara

Menurut kantor berita IRNA yang dikelola negara, Baghaei menanggapi pertanyaan tentang apakah Qatar telah mengusulkan gencatan senjata 10 hari antara Iran dan AS dengan menyatakan, "Jelas bahwa negara-negara perantara aktif dan bekerja untuk mencegah eskalasi ketegangan." Ia menekankan bahwa "usulan yang disampaikan melalui negara perantara telah diteruskan kepada kami dan kami telah menerimanya," namun menolak berkomentar mengenai detail spesifik saat ini. Baghaei mengonfirmasi bahwa "otoritas diplomatik telah bekerja secara aktif, dan beberapa gagasan dari beberapa negara perantara telah diteruskan ke Iran."

Juru Bicara Iran Menguraikan Pendekatan Ganda Diplomasi dan Pertahanan

Baghaei menyatakan bahwa bersikeras pada pilihan biner antara negosiasi atau perang, atau diplomasi atau perang, tidak melayani kepentingan Iran. Ia mengatakan, "Tidak pernah ada logika yang benar untuk berpikir bahwa diplomasi meniadakan pertahanan, atau bahwa pertahanan tidak dapat berdampingan dengan diplomasi." Juru bicara itu menjelaskan bahwa "negosiasi dan pertahanan masing-masing memiliki caranya sendiri," seraya menambahkan bahwa "tujuannya adalah membela kepentingan nasional Iran—kadang melalui sarana pertahanan, kadang melalui sarana diplomasi, dan kadang dengan memanfaatkan keduanya secara bersamaan."

Strait of Hormuz Selat Hormuz

Iran Menegaskan Tanggung Jawab atas Pengelolaan Selat Hormuz

Baghaei menekankan bahwa memorandum of understanding (MoU) gencatan senjata yang ditandatangani dengan AS tidak mengandung ambiguitas mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Ia menyatakan, "Sejak awal, kami telah menjelaskan bahwa tanggung jawab atas pengelolaan dan operasi masa depan Selat Hormuz berada di tangan Iran, dan masalah ini akan ditindaklanjuti melalui konsultasi dengan Oman serta dialog dengan negara-negara kawasan." Juru bicara itu menambahkan bahwa "dokumen tersebut sepenuhnya jelas, dan tidak ada alasan bagi AS untuk melanggar kesepakatan," seraya mencatat bahwa "AS tidak pernah menyatakan bahwa pihaknya melanjutkan serangan terhadap Iran karena kesalahan dalam menafsirkan dokumen atau adanya perbedaan pendapat." Baghaei menyatakan bahwa "terkait Selat Hormuz, kami bertekad kuat untuk menjalankan kepentingan nasional dan kedaulatan kami," dengan mengatakan bahwa "kita tidak boleh membiarkan jalur perairan ini disalahgunakan lagi untuk mengancam keamanan dan kepentingan nasional Iran."

Baghaei Memperingatkan Konsekuensi Serangan AS ke Pulau Kharg

Baghaei memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat menyerang Pulau Kharg, pusat minyak Iran, "maka mereka akan menanggung akibatnya." Peringatan itu muncul ketika AS dan Iran terus menjalani hari kesembilan konfrontasi militer terkait pengelolaan Selat Hormuz, dengan Iran tetap menyerang kapal-kapal yang melintas di selat tersebut sambil menjalankan serangan rudal dan drone secara paralel ke wilayah Timur Tengah yang memiliki pangkalan AS.

FAQ

Apa yang dikonfirmasi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada tanggal 20?

Esmail Baghaei mengonfirmasi selama pengarahan pers pada tanggal 20 (waktu setempat) bahwa Iran telah menerima usulan dari negara-negara perantara yang bertujuan meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa usulan yang disampaikan melalui negara perantara telah diteruskan ke Iran dan telah diterima, meskipun ia menolak berkomentar mengenai detail spesifik.

Mengapa Baghaei menekankan diplomasi dan pertahanan dalam pendekatan Iran?

Baghaei menyatakan bahwa bersikeras pada pilihan biner antara negosiasi atau perang tidak melayani kepentingan Iran. Ia menjelaskan bahwa negosiasi dan pertahanan masing-masing memiliki caranya sendiri, dan bahwa tujuan Iran adalah membela kepentingan nasionalnya—kadang melalui pertahanan, kadang melalui diplomasi, dan kadang dengan memanfaatkan keduanya secara bersamaan. Ia menekankan bahwa berpikir diplomasi meniadakan pertahanan, atau bahwa pertahanan tidak dapat berdampingan dengan diplomasi, bukanlah logika yang benar.

Apa posisi Iran yang dinyatakan terkait pengelolaan Selat Hormuz?

Baghaei menyatakan bahwa tanggung jawab atas pengelolaan dan operasi masa depan Selat Hormuz berada di tangan Iran, dan masalah ini akan ditindaklanjuti melalui konsultasi dengan Oman serta dialog dengan negara-negara kawasan. Ia menekankan bahwa MoU gencatan senjata dengan AS tidak mengandung ambiguitas mengenai isu ini, dan Iran bertekad kuat untuk menjalankan kepentingan nasional serta kedaulatannya terkait selat tersebut.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar