Jenny Johnson: Risiko Pusat Data dari Kecepatan Inovasi Teknologi

CryptoFrontier
PACE4,64%
RENDER5,49%
LONG-50,16%

Chief Executive Officer Franklin Templeton, Jenny Johnson, mengatakan bahwa ia memantau sektor pusat data karena khawatir inovasi teknologi yang cepat dapat membuat asumsi jangka panjang tentang kebutuhan komputasi dan energi menjadi usang, menurut hasil wawancara dengan Bloomberg Television pada Kamis.

Risiko Teknologi dan Horizon Perencanaan

Johnson menyoroti tantangan membuat proyeksi 20 tahun berdasarkan teknologi saat ini. “Setiap kali Anda merencanakan 20 tahun berdasarkan teknologi hari ini, dengan kecepatan inovasi yang kami lihat terjadi, itu bisa berisiko,” katanya.

Komputasi Fotonik sebagai Kekhawatiran yang Muncul

Johnson secara khusus menyebut komputasi fotonik sebagai teknologi yang layak dipantau. Komputasi fotonik menggunakan gelombang cahaya untuk pemrosesan data yang cepat dan membutuhkan jauh lebih sedikit energi dibandingkan pendekatan komputasi konvensional, menurut komentarnya. Ia mengindikasikan bahwa peningkatan efisiensi dan berkurangnya kebutuhan energi dari teknologi semacam itu dapat menggeser asumsi dasar yang mendasari tesis investasi pusat data.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar