Saham merek domestik, termasuk produsen pena Monami dan pengolah makanan laut Hansung Enterprise, melonjak dalam dua pekan setelah kriteria pencabutan pencatatan (delisting) yang lebih ketat diterapkan bulan ini. Monami naik 187% dari 1.200 won menjadi 3.445 won, sementara Hansung Enterprise melonjak 245% dari 4.210 won menjadi 14.520 won, demikian menurut Korea Exchange pada tanggal 17. Lonjakan itu dipicu ambang batas nilai kapitalisasi pasar baru yang mewajibkan perusahaan yang terdaftar di KOSPI untuk mempertahankan minimal 300 miliar won dan perusahaan KOSDAQ 200 miliar won agar tidak masuk peninjauan delisting. Sentimen investor menguat untuk menjaga merek Korea yang sudah familiar, dengan kapitalisasi pasar Monami yang berkembang dari 226 miliar won menjadi 651 miliar won pada tanggal 15.
Harga saham Monami naik dari 1.200 won pada akhir bulan lalu menjadi 3.445 won pada tanggal 15 bulan ini, menandai kenaikan 187% dalam dua pekan. Saham itu menyentuh batas atas kenaikan harian 30% pada tanggal 15. Kapitalisasi pasar Monami berada di 226 miliar won pada akhir Juni, jauh di bawah ambang 300 miliar won. Investor bergerak dengan sentimen, “Kita tidak boleh membiarkan Monami, merek pena yang dipakai sejak kecil, dicabut pencatatannya,” yang mendorong kapitalisasi pasar mencapai 651 miliar won pada tanggal 15.
Hansung Enterprise, yang dikenal dengan produk “Crabmeat”, mengalami lonjakan 245% dari 4.210 won menjadi 14.520 won selama periode yang sama. Perusahaan itu menarik perhatian investor setelah sponsor 25 tahun untuk konser bagi para veteran Perang Korea yang menerima perhatian luas. Kapitalisasi pasarnya mencapai 902 miliar won.
Perusahaan furnitur dan interior Enex naik 102% setelah laporan tentang sumbangannya berupa furnitur siswa, tempat tidur, dan unit penyimpanan kepada fasilitas penitipan anak serta organisasi kesejahteraan. Vivien, merek pakaian dalam wanita berusia 69 tahun, naik 59%. Semuanya merupakan perusahaan yang terdaftar di KOSPI.
Pemerintah mengumumkan “rencana reformasi delisting” untuk menghapus perusahaan berkinerja buruk dari pasar dengan cepat dan ketat. Dengan kriteria baru yang berlaku mulai bulan ini, perusahaan KOSPI dengan kapitalisasi pasar di bawah 300 miliar won dan perusahaan KOSDAQ di bawah 200 miliar won menghadapi peninjauan delisting. Mulai Januari, ambang batas ini akan naik menjadi 500 miliar won untuk KOSPI dan 300 miliar won untuk KOSDAQ.
Enex (kapitalisasi pasar 251 miliar won) dan Vivien (kapitalisasi pasar 255 miliar won) tetap berada di bawah ambang 300 miliar won meski ada kenaikan baru-baru ini. Perusahaan yang melewati ambang saat ini harus memenuhi syarat 500 miliar won pada Januari.
Baik Monami maupun Hansung Enterprise ditetapkan sebagai saham peringatan investasi. Penetapan peringatan investasi memberi tahu investor tentang perdagangan jangka pendek yang terlalu panas, dan kenaikan harga yang tajam yang berlanjut dapat mengakibatkan sanksi tambahan termasuk penetapan sebagai saham berisiko investasi atau penghentian perdagangan.
Im Jeong-eun, peneliti di KB Securities, menyatakan, “Seiring kriteria delisting Korea menguat, laju keluarnya pasar untuk saham berharga rendah, saham berkapitalisasi kecil, dan perusahaan yang terus merugi diperkirakan akan dipercepat.” Im menambahkan, “Investor perlu memeriksa secara berkala apakah kepemilikannya dapat masuk persyaratan delisting.”
Im juga mengatakan, “Memantau tren kapitalisasi pasar dan harga saham itu penting. Ekuitas total dalam laporan keuangan dapat dicek melalui sistem DART milik Financial Supervisory Service, dan pelanggaran pengungkapan serta catatan pengungkapan yang tidak dapat dipercaya bisa dikonfirmasi melalui kanal KIND milik Korea Exchange. Selain itu, catat bahwa bila risiko delisting menjadi menonjol saat persyaratan didekati, keluarnya dana investasi dari pasar dapat semakin cepat.”
Apa yang memicu lonjakan saham Monami dan Hansung Enterprise?
Pengumuman pemerintah tentang kriteria delisting yang lebih ketat yang berlaku bulan ini memicu lonjakan tersebut. Ambang baru mewajibkan perusahaan KOSPI menjaga kapitalisasi pasar di atas 300 miliar won dan perusahaan KOSDAQ di atas 200 miliar won untuk menghindari peninjauan delisting. Investor berbondong-bondong mencegah merek Korea yang sudah familiar agar tidak dicabut pencatatannya, dengan memusatkan investasi pada perusahaan yang berada di dekat ambang.
Apa risiko investasi yang terkait dengan saham-saham ini?
Baik Monami maupun Hansung Enterprise ditetapkan sebagai saham peringatan investasi karena kepanasan jangka pendek. Kenaikan harga yang tajam yang berlanjut dapat berujung pada sanksi tambahan termasuk penghentian perdagangan. Selain itu, lonjakan harga sementara saja tidak dapat mencegah delisting, karena ambang akan naik menjadi 500 miliar won untuk KOSPI dan 300 miliar won untuk KOSDAQ mulai Januari. Im Jeong-eun dari KB Securities menyarankan agar investor memantau secara rutin risiko delisting kepemilikannya melalui sistem DART dan KIND.
Berita Terkait
Saham Korea Hansung Enterprise dan Monami Melonjak Lebih dari 200% karena Kekhawatiran Penghapusan Pencatatan
Toko Serba Ada Korea Selatan Mengalami Kenaikan Target Harga di Tengah Pemulihan Konsumsi
Target Harga Samsung Electro-Mechanics Ditingkatkan 66,7% menjadi 1,75 Juta Won oleh IBK Securities
Saham Pertahanan, Perkapalan, dan Nuklir Korea Mencapai Titik Terendah Tahunan pada 14 Mei
Saham Korea Kembali Mendekati 7.000 saat Pembelian Asing Meningkat