Menurut Investing.com, indeks KOSPI Korea Selatan turun 4,46% menjadi 6.516,27 pada penutupan 20 Juli, sekaligus menandai kinerja terburuk dalam satu bulan terakhir di antara indeks-indeks utama global. Indeks tersebut turun 24,75% dalam sebulan terakhir (18 Juni - 17 Juli), mengungguli penurunan RTSI Rusia (-24,21%) dan MOEX (-19,09%).
Analis SK Securities Jo Jun-ki mencatat bahwa tekanan jual yang terkonsentrasi pada saham semikonduktor telah merambah ke pasar AS di tengah risiko geopolitik dan meningkatnya harga minyak. Namun, perusahaan sekuritas domestik memandang penurunan tajam ini sebagai peluang, dengan KOSPI masih naik 54,63% secara year-to-date dan valuasi menjadi lebih menarik setelah koreksi terbaru.