Menurut Asia Economy, indeks KOSPI Korea Selatan rebound sebesar 2,14% menjadi 6.952,92 pada 14 Juli, pulih dari penurunan tajam 8,95% pada hari sebelumnya menjadi 6.806,93. Pemulihan ini dipicu oleh pembelian investor institusional di tengah kondisi oversold, seiring pasar merespons meningkatnya ketegangan militer AS-Iran serta kekhawatiran pada sektor semikonduktor.
Di luar negeri, indeks saham AS melemah semalam setelah konflik Timur Tengah kembali memanas. Dow Jones turun 0,26%, S&P 500 turun 0,79%, dan Nasdaq turun 1,55%. Indeks Semikonduktor Philadelphia anjlok 4,78%, dengan saham-saham chip besar termasuk Nvidia turun 3,52% dan Micron turun 4,32%. Fokus pasar kini tertuju pada data CPI AS bulan Juni yang dirilis malam ini (waktu setempat) serta pendapatan Big Tech yang akan datang pada akhir Juli, yang akan menentukan pemulihan sentimen dalam waktu dekat.