Presiden Microsoft Menanggapi Kekhawatiran Terkait AI dari Para Lulusan dalam Esai 3.000 Kata

Presiden Microsoft Brad Smith menerbitkan esai 3.000 kata sebagai respons terhadap para lulusan yang mengganggu pidato kelulusan musim semi ini dengan bersorak-boo saat disebutkannya kecerdasan buatan. Smith menulis esai itu setelah kembali dari akhir pekan reuni Princeton, menyebut reaksi tersebut sebagai “powerful wake-up call for the tech sector.” Aksi penolakan terjadi di beberapa universitas, termasuk University of Arizona, di mana mantan CEO Google Eric Schmidt disoraki-boo, dan University of Central Florida. Esai Smith hadir ketika Microsoft berencana menggelontorkan sekitar $80 miliar untuk infrastruktur AI pada 2026, sementara CFO perusahaan mengonfirmasi penurunan jumlah karyawan dari tahun ke tahun.

Mahasiswa Mengganggu Berbagai Upacara Kelulusan

Mahasiswa yang lulus di seluruh Amerika Serikat menginterupsi pidato upacara kelulusan musim semi ini setiap kali pembicara menyebut AI. Mantan CEO Google Eric Schmidt disoraki-boo di University of Arizona. Seorang eksekutif bidang real estat menerima respons serupa di University of Central Florida. Smith mengamati polanya cukup konsisten hingga mendorongnya menulis respons setelah menghadiri akhir pekan reuni Princeton.

Smith Membandingkan Gangguan AI dengan Penemuan Kamera

Smith membuka esainya dengan membandingkan AI dengan penemuan kamera. Ia menyinggung pelukis Prancis Paul Delaroche, yang saat melihat foto pertamanya di pelat logam menyatakan “Dari hari ini, melukis sudah mati!” Smith berargumen bahwa fotografi pada akhirnya mendorong lukisan menuju Impresionisme, Kubisme, dan Surealisme, yang menggambarkan bagaimana teknologi mengganggu dan manusia menyesuaikan diri.

Smith mengakui para lulusan menghadapi “AI otomatisasi tugas di posisi entry-level saat ini” dan “tekanan korporat untuk mengurangi headcount guna membantu membayar belanja modal AI yang sangat besar.” Ia menyebut perubahan itu sebagai “badai sempurna.”

Microsoft Mengonfirmasi Penurunan Headcount dan Belanja AI $80 Miliar

CEO AI Microsoft Mustafa Suleyman menyatakan pada bulan Februari bahwa sebagian besar tugas profesional kerah putih—termasuk pengacara, akuntan, dan pemasar—dapat diotomatisasi sepenuhnya dalam dua tahun. CFO Amy Hood mengatakan kepada investor pada minggu yang sama ketika esai Smith diterbitkan bahwa headcount telah turun dari tahun ke tahun pada kuartal ketiga fiskal perusahaan dan bahwa ia “memperkirakan tren tersebut akan berlanjut.”

Microsoft berencana membelanjakan sekitar $80 miliar untuk infrastruktur AI pada 2026. Sebuah studi Federal Reserve menemukan pertumbuhan pekerjaan pemrograman di AS turun sekitar 50% setelah ChatGPT diluncurkan pada November 2022, dengan peneliti memperkirakan sekitar 500.000 pekerjaan pengembang yang seharusnya muncul justru tidak pernah terwujud.

Smith Merekomendasikan Pendekatan Berbasis Tugas bagi Pekerja

Smith menasihati para pekerja untuk berhenti memandang sebuah pekerjaan sebagai jabatan dan mulai memandangnya sebagai “sekumpulan tugas.” Ia meminjam kerangka dari buku kepemimpinan LinkedIn berjudul “Open to Work,” yang menginstruksikan pembaca untuk menyortir tugas ke dalam apa yang bisa dilakukan AI, apa yang bisa Anda lakukan dengan AI, dan apa yang hanya bisa dilakukan manusia.

Smith menyebut lima kemampuan manusia yang tidak bisa digantikan AI: rasa ingin tahu, kreativitas, kasih sayang, komunikasi, dan keberanian. Ia menulis bahwa lulusan berada pada posisi “unik untuk memberi dampak positif” dan meminta mereka untuk berdiri bagi “agency, ambition, dignity.”

Smith menulis: “Bagi mereka di sektor teknologi yang tampaknya ingin mengejar masa depan di mana komputer menggantikan pekerjaan dan AI menjadi lebih mumpuni daripada manusia, generasi berikutnya telah menawarkan respons yang meyakinkan: ‘jangan terlalu cepat.’” Ia berpendapat masyarakat perlu memikirkan cara-cara baru untuk meningkatkan inovasi tanpa memicu krisis finansial akibat kurangnya pekerjaan dan ketimpangan, dengan mengatakan “Kita perlu mencoba pendekatan yang berbeda, dibangun di atas tanggung jawab yang lebih saling berbagi, jika kita ingin berbuat lebih baik saat melangkah ke depan.” Smith tidak merinci pendekatan mana yang sebaiknya diterapkan.

FAQ

Mengapa Brad Smith menulis esai tentang respons negatif terhadap AI?

Brad Smith menulis esai 3.000 kata setelah mengamati bahwa mahasiswa yang lulus di seluruh Amerika Serikat secara konsisten membalas pidato yang menyebut AI di upacara kelulusan musim semi ini dengan sorakan booo. Ia menyebut respons itu “powerful wake-up call for the tech sector” dan menulis esai tersebut setelah kembali dari akhir pekan reuni Princeton.

Berapa besar Microsoft membelanjakan untuk infrastruktur AI?

Microsoft berencana membelanjakan sekitar $80 miliar untuk infrastruktur AI pada 2026. CFO perusahaan Amy Hood mengonfirmasi bahwa headcount turun dari tahun ke tahun pada kuartal ketiga fiskal dan ia mengharapkan tren tersebut berlanjut.

Keterampilan apa yang menurut Smith tidak bisa digantikan AI?

Smith menyebut lima keterampilan manusia yang tidak bisa digantikan AI: rasa ingin tahu, kreativitas, kasih sayang, komunikasi, dan keberanian. Ia merekomendasikan agar para pekerja memandang pekerjaan sebagai “sekumpulan tugas” dan menyortirnya ke dalam apa yang bisa dilakukan AI, apa yang bisa Anda lakukan dengan AI, dan apa yang hanya bisa dilakukan manusia.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar