Morgan Stanley memproyeksikan bahwa raksasa teknologi hyperscaler Amazon.com Inc. (AMZN), Alphabet Inc. (GOOGL, GOOG), dan Microsoft Corp. (MSFT) akan meraih keuntungan jangka panjang 25% hingga 50% atas investasi infrastruktur AI gabungan senilai 1,4 triliun dolar AS, menurut laporan penelitian yang dipimpin analis Brian Nowak. Pada Selasa, saham AMZN turun 0,2%, sementara saham GOOGL dan MSFT masing-masing naik sekitar 2,2% dan 1%. Prakiraan optimistis ini didasarkan pada tiga kerangka pendapatan: sewa GPU yang mampu menghasilkan margin EBIT inkremental 60% hingga 70% dengan ROIC 25% hingga 40%, API yang diaktifkan model, serta infrastruktur pihak ketiga yang diproyeksikan menghasilkan ROIC 25%. Wall Street masih berhati-hati terhadap tekanan arus kas jangka pendek dan arahan belanja yang besar, dengan saham Alphabet dan Meta turun masing-masing 16% dan 8% year-to-date karena ketidakpastian apakah rencana belanja modal (capex) dapat memberikan imbal hasil yang layak.
Morgan Stanley Memproyeksikan Keuntungan 25%-50% atas Investasi Infrastruktur AI Senilai 1,4 Triliun Dolar AS
Model Morgan Stanley menguraikan tiga pendorong pendapatan generative AI yang berbeda yang mendasari prospek positif. Kerangka pertama menganalisis bisnis sewa GPU, di mana menyewakan unit pemrosesan grafis dapat memberikan margin EBIT inkremental 60% hingga 70% dan ROIC 25% hingga 40%, berdasarkan harga per jam, tingkat utilisasi chip, serta biaya yang mendasari seperti depresiasi perangkat keras dan penggunaan energi. Kerangka kedua membahas API yang diaktifkan model, sementara kerangka ketiga mencakup penerapan infrastruktur pihak ketiga yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 25% ROIC, dengan profitabilitas didorong oleh inovasi produk dan efisiensi komputasi yang diukur melalui throughput token. Nowak menyoroti bahwa meskipun investasi berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan inovasi produk dan throughput, unit ekonomi dasar mendukung belanja yang lebih tinggi.
Saham Alphabet dan Meta Turun 16% dan 8% Year-to-Date di Tengah Kekhawatiran Capex
Respons Wall Street terhadap pengeluaran belanja modal besar oleh Microsoft, Amazon, Meta, dan Alphabet ditandai skeptisisme, yang sangat menekan valuasi ekuitas. Saham Alphabet dan Meta masing-masing turun 16% dan 8% pada basis year-to-date semata-mata karena ketidakpastian apakah rencana capex dapat menghasilkan imbal hasil yang layak untuk membenarkan pengeluaran. Laporan Morgan Stanley menyimpulkan bahwa meski menghadapi hambatan jangka dekat dan volatilitas harga saham, nilai kelangkaan infrastruktur komputasi AI serta leverage operasional yang tinggi akan memastikan investasi besar ini menghasilkan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang yang kuat.
FAQ
Berapa keuntungan atas investasi yang diproyeksikan Morgan Stanley untuk belanja infrastruktur AI para hyperscaler teknologi?
Morgan Stanley memproyeksikan bahwa penyedia cloud utama yang menginvestasikan gabungan 1,4 triliun dolar AS ke infrastruktur AI berada pada posisi untuk meraih Keuntungan atas Modal yang Diinvestasikan (ROIC) jangka panjang di antara 25% dan 50%, menurut laporan penelitian yang dipimpin analis Brian Nowak.
Bagaimana kinerja saham Amazon, Alphabet, dan Microsoft pada Selasa?
Pada Selasa, saham AMZN turun 0,2%, sementara saham GOOGL naik sekitar 2,2% dan saham MSFT naik sekitar 1%.
Mengapa saham Alphabet dan Meta turun year-to-date?
Saham Alphabet dan Meta masing-masing turun 16% dan 8% pada basis year-to-date karena ketidakpastian bahwa rencana pengeluaran belanja modal mereka dapat menghasilkan imbal hasil yang layak untuk membenarkan pengeluaran tersebut.