Mengikuti pertemuan Biro Politik Pusat pada 28 April yang menyerukan stabilisasi pasar properti, sejumlah kota di Tiongkok termasuk Suzhou, Tianjin, Guangzhou, Zhongshan, dan Wuhan telah meluncurkan kebijakan properti baru. Kebijakan tersebut memperluas pembelian pemerintah atas stok perumahan yang sudah ada untuk digunakan sebagai perumahan karyawan, apartemen untuk talenta, asrama pemuda, dan fasilitas hunian warga lanjut usia. Selain itu, kota-kota tersebut mempercepat upaya pengurangan stok (destocking) properti komersial, dengan memungkinkan aset real estat komersial yang ada untuk diubah menjadi fasilitas penggunaan publik seperti layanan kesehatan, pendidikan, perawatan lansia, hotel, pusat kebugaran, serta tempat wisata budaya, melampaui perumahan sewa terjangkau tradisional.
Related News
Bank-bank AS Bersiap Menjelang Titik Balik Tokenisasi, Temuan Moody’s Ratings
KTT Trump-Xi, Masa Jabatan Ketua The Fed Powell Membentuk Acara Makro Pekan Ini
BYD Menargetkan Penjualan Global 5,5 Juta pada 2026 dengan Dorongan Ekspansi ke Luar Negeri