Menurut Karsten Junius, kepala ekonom di firma keuangan Swiss, pada 6 Juli, pasar minyak telah bertransisi dari kekhawatiran pasokan menuju stabilitas awal. Junius mencatat bahwa kesepakatan AS-Iran dapat memfasilitasi dimulainya kembali pengiriman melalui Selat Hormuz, yang dibingkai sebagai nota kesepahaman untuk menyediakan kerangka kerja bagi negosiasi yang lebih luas, meskipun hasil akhirnya masih belum pasti.
Ekspor minyak masih jauh di bawah level sebelum konflik, dan hambatan terkait diperkirakan akan terus berlanjut. Sementara itu, permintaan untuk membangun kembali cadangan strategis dan komersial akan terus mendukung harga. Junius memperkirakan harga minyak akan stabil di kisaran 75-80 dolar AS per barel selama tahun depan.