Menurut strategi BNY Mellon, Geoff Yu, harga minyak melonjak 8,76% pada Senin (7 Juli) setelah eskalasi cepat ketegangan militer AS-Iran, ketika kedua pihak saling bertukar rudal dan drone. Lonjakan itu dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan sanksi terhadap Iran.
Geoff Yu menyatakan bahwa tekanan harga energi yang berkelanjutan dapat membatasi fleksibilitas kebijakan bank sentral, sehingga menantang lingkungan suku bunga yang sebelumnya relatif ringan. Meski volatilitas saat ini tidak diperkirakan akan meniru guncangan Maret/April, pelaku pasar tetap khawatir adanya tekanan inflasi yang terus-menerus yang membatasi opsi kebijakan moneter.